24JAMNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto kini memfokuskan pemerintahannya untuk mengatasi dampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
Seluruh instrumen pemerintah diturunkan untuk memulihkan kondisi ketiga provinsi tersebut.
“Beliau (Presiden) hari-hari ini sedang mengerahkan kekuatan segalanya untuk memulihkan kondisi di tiga provinsi tersebut,” ujar Ketua MPR RI Ahmad Muzani usai pertemuan dengan Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Moratorium Penebangan Hutan dan Ajak Evaluasi Kebijakan
Pada kesempatan itu, Muzani menyampaikan laporan tentang kondisi di tiga provinsi terdampak bencana. Presiden juga sudah sempat meninjau langsung lokasi pada Senin (1/12/2025).
Menurut Muzani, Prabowo ikut merasakan beban berat yang dialami warga terdampak bencana. Mulai dari kehilangan tempat tinggal hingga kehilangan anggota keluarga.
"Beliau melihat langsung kerugian yang didapatkan akibat dari bencana tersebut. Beliau juga melihat langsung pengungsi serta masyarakat yang terdampak akibat dari musibah tersebut."
Baca Juga: 7 Korporasi Diduga Pengaruhi Ekosistem Batang Toru, WALHI Sumut Soroti Dampak Banjir dan Longsor
"Beliau merasakan bagaimana beban berat yang dirasakan oleh masyarakat."
"Termasuk beliau merasakan bagaimana warga yang terkasih, yang tersayang hilang, yang sampai sekarang belum ditemukan jasad dan jenazahnya,” ucap dia.
Presiden, lanjut Muzani, menginstruksikan seluruh kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah.
Baca Juga: BNPB Sebut Tata Ruang Bermasalah, BMKG Lapor Peringatan Sebelum Longsor dan Banjir di Sumatera
Hingga BUMN strategis untuk mempercepat penanganan pascabencana. Perbaikan jalan dan jalur komunikasi jadi prioritas pemerintah.
"Beliau terus berkoordinasi dengan banyak menteri terkait, baik yang berkaitan dengan bantuan ataupun perbaikan infrastruktur."
"Bahkan Dirut PLN, dirut Pertamina, sudah dikerahkan untuk memulihkan kondisi listrik, suplai bahan bakar di sana agar normal," tuturnya.
Artikel Terkait
7 Korporasi Diduga Pengaruhi Ekosistem Batang Toru, WALHI Sumut Soroti Dampak Banjir dan Longsor
Perubahan Status Bandara IMIP Pada 2025: Poin-Poin Perbedaan Izin Domestik dan Internasional
40–50 Ha Sawah Tercemar Limbah Tambang di Sukabumi: Fakta Lapangan dan Respons Pemerintah
Investigasi Banjir Sumatra Temukan Aliran Kayu dari APL, Pemerintah Perketat Pengawasan PHAT
Rosan Roeslani Jelaskan Tahap Due Diligence Akuisisi 25–30 Persen Saham Lotte Chemical Indonesia
BNPB Sebut Tata Ruang Bermasalah, BMKG Lapor Peringatan Sebelum Longsor dan Banjir di Sumatera
Banjir Sumatera Picu Evaluasi Hulu, DPR Temukan Indikasi Kerusakan Lewat Material Kayu Gelondongan
Usai 3 Provinsi Terdampak Bencana, Cak Imin Minta Evaluasi Kebijakan Lingkungan dan Tata Ruang
Angka 5 Persen Portofolio Syariah Jadi Sorotan dalam Evaluasi Kinerja Awal Danantara oleh INDEF
Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Moratorium Penebangan Hutan dan Ajak Evaluasi Kebijakan