• Sabtu, 18 April 2026

Fenomena Hoaks AI Kembali Viral Lewat Foto Prabowo dan Trump, Ini Dampaknya Bagi Literasi Digital

Photo Author
Tim 24 Jam News, 24jamnews.com
- Rabu, 4 Maret 2026 | 02:55 WIB
Prabowo Subianto dan Donald Trump. Foto viral yang menampilkan Prabowo Subianto dan Donald Trump memamerkan produk daging babi dipastikan hoaks setelah pemeriksa fakta menemukan indikasi manipulasi Artificial Intelligence. (Dok. setneg.go.id)
Prabowo Subianto dan Donald Trump. Foto viral yang menampilkan Prabowo Subianto dan Donald Trump memamerkan produk daging babi dipastikan hoaks setelah pemeriksa fakta menemukan indikasi manipulasi Artificial Intelligence. (Dok. setneg.go.id)

NEWS SUMMARY:

  • Pemeriksa fakta memastikan gambar merupakan rekayasa AI yang digunakan untuk membangun opini tertentu terhadap figur publik.
  • Publik diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap disinformasi, fitnah, dan manipulasi visual berbasis teknologi kecerdasan buatan.
  • Viral foto Prabowo dan Trump memicu polemik setelah beredar luas di media sosial tanpa sumber resmi yang dapat diverifikasi.

24JAMNEWS.COM - Mengapa foto hasil Artificial Intelligence bisa dipercaya jutaan orang hanya dalam hitungan jam di media sosial?

Apakah masyarakat Indonesia sudah siap menghadapi era disinformasi digital berbasis teknologi kecerdasan buatan?

Viral Foto Prabowo dan Trump Ungkap Bahaya Hoaks Era Artificial Intelligence

Sebuah foto yang menampilkan Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump memamerkan produk daging babi viral dan memicu polemik luas di media sosial.

Baca Juga: Industri Otomotif Lokal Siap Produksi Pik Up 4x4 Namun Proyek Impor Kopdes Merah Putih Tetap Berjalan

Konten tersebut segera menyedot perhatian publik karena menyentuh isu sensitif yang berkaitan dengan identitas tokoh politik dan persepsi masyarakat Indonesia.

Namun akun pemeriksa informasi @cekfkta.ri memastikan gambar tersebut tidak autentik dan merupakan hasil manipulasi teknologi Artificial Intelligence.

Cek Fakta RI menyatakan tidak pernah ada dokumentasi resmi maupun bukti visual asli yang mendukung klaim narasi dalam unggahan tersebut.

“Narasi ini jelas menyesatkan dan tidak berdasar,” tulis Cek Fakta RI dalam klarifikasi resminya, Minggu (1/3/2026).

Baca Juga: Mobilisasi Cabai Jadi Strategi Baru Pemerintah Jaga Inflasi Pangan dan Stabilkan Harga Cabai Rawit

Teknologi Artificial Intelligence Mempercepat Produksi Konten Manipulatif Yang Sulit Dibedakan

Kemajuan teknologi AI memungkinkan siapa pun membuat gambar realistis tanpa proses produksi foto sebenarnya sehingga meningkatkan risiko penyebaran disinformasi.

Cek Fakta RI menilai manipulasi visual kini menjadi strategi baru dalam membentuk opini publik melalui pendekatan emosional dan provokatif.

Fenomena ini bukan pertama kali terjadi karena berbagai laporan media arus utama sebelumnya juga menyoroti meningkatnya hoaks berbasis deepfake menjelang momentum politik.

Baca Juga: Peran Pedagang Pasar Tradisional dalam Strategi Pemerintah Menekan Inflasi Pangan Nasional Tahun 2026

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X