• Sabtu, 18 April 2026

Biaya Retrofit Kapal Induk Indonesia Capai 450 Juta Dolar AS Ini Alasan Investasi Strategis Pertahanan Laut

Photo Author
Tim 24 Jam News, 24jamnews.com
- Rabu, 1 April 2026 | 08:35 WIB
Kemampuan membawa 18 helikopter membuat kapal induk ini penting untuk operasi logistik dan bantuan bencana skala besar. (Dok. Pinterest)
Kemampuan membawa 18 helikopter membuat kapal induk ini penting untuk operasi logistik dan bantuan bencana skala besar. (Dok. Pinterest)

24JAMNEWS.COM - Mengapa Italia memilih Indonesia sebagai penerima hibah kapal induk bersejarah mereka?

Apakah kerja sama pertahanan ini menandai babak baru diplomasi militer dan industri strategis kedua negara?

Diplomasi Pertahanan Indonesia Italia Menguat Lewat Hibah Kapal Induk Bersejarah

Persetujuan Senat Italia terhadap hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi menandai penguatan hubungan diplomasi pertahanan antara Indonesia dan Italia.

Baca Juga: KBLI 2025 Diterapkan, Ini Manfaatnya Bagi Pengusaha dan Investor dalam Ekosistem Perizinan Usaha

Keputusan politik tersebut menunjukkan kepercayaan strategis Italia terhadap Indonesia sebagai mitra penting dalam stabilitas kawasan maritim.

Sejumlah laporan media menyebut hibah ini juga menjadi bagian dari kerja sama jangka panjang dalam bidang industri pertahanan dan teknologi maritim.

Proses Politik di Senat Italia Sempat Diwarnai Perdebatan Antar Fraksi

Pembahasan hibah kapal induk berlangsung dinamis dengan adanya perbedaan pandangan antara kelompok pendukung pemerintah dan oposisi parlemen Italia.

Baca Juga: Indonesia Desak Investigasi Transparan Terkait Serangan ke UNIFIL yang Tewaskan Prajurit Kontingen Garuda

Namun mayoritas senator akhirnya menyetujui rancangan kebijakan tersebut sebagai langkah efisiensi aset pertahanan Italia yang memasuki masa pensiun operasional.

Dokumen parlemen menunjukkan keputusan diambil setelah mempertimbangkan aspek biaya pemeliharaan dan manfaat diplomasi strategis.

Modernisasi Kapal Jadi Peluang Kerja Sama Industri Pertahanan Strategis

Indonesia berencana melakukan retrofit sistem teknologi kapal melalui kolaborasi dengan korporasi galangan kapal dan industri sistem pertahanan.

Baca Juga: Kerja Sama Gas Strategis dengan Rusia, Langkah Tiongkok Kurangi Ketergantungan Energi Timur Tengah

Proyek modernisasi ini dinilai berpotensi membuka transfer pengetahuan teknis serta peningkatan kapasitas industri maritim nasional.

Selain peningkatan teknologi, program ini juga mencakup penguatan sistem komunikasi, radar, serta integrasi komando operasi maritim.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X