Ukuran simbol yang berkisar 13–17 sentimeter memperlihatkan keterampilan teknis yang luar biasa untuk masa prasejarah.
Citapen Menjadi Warisan Budaya yang Layak Dilindungi
Catatan Belanda tahun 1857 bahkan telah memuat artikel berjudul “Batoe Toelis Tjitapen”, menjadikannya salah satu situs prasejarah pertama yang terdokumentasi di Nusantara.
Kini, situs Citapen dianggap aset budaya penting bagi Kabupaten Ciamis yang perlu dijaga kelestariannya.
Pelestarian situs ini bukan sekadar menjaga batu kuno, tetapi juga merawat identitas sejarah masyarakat Sunda yang telah ada sejak ribuan tahun lalu.
Citapen Sebagai Pusat Riset dan Edukasi Sejarah Manusia Purba
Situs Citapen menyimpan potensi besar sebagai pusat penelitian arkeologi sekaligus wisata edukasi sejarah manusia purba.
Pemerintah daerah bersama akademisi diharapkan memperkuat perlindungan situs agar warisan ini tetap terjaga.
Dengan demikian, Citapen dapat menjadi jendela untuk memahami perjalanan panjang manusia di Nusantara. (F. Rizal Amirullah).****
Artikel Terkait
Uang Negara untuk Tanah Negara: KPK Bongkar Skema Ganda di Proyek Kereta Cepat Whoosh
Jejak Majapahit di Banyuwangi: Suku Osing Pertahankan Tradisi Blambangan 700 Tahun yang Lalu
Ekonomi Indonesia 2025: SBY Klaim Prediksi 15 Tahun Lalu Terwujud Seutuhnya
Tambang Ilegal di Hutan Lindung Bangka Tengah Rugikan Negara Hingga Rp 12,9 Triliun
7 Karuhun dan Satu Musyawarah: Inilah Asal Usul Kampung Adat Banceuy di Subang
7 Karuhun dan Satu Musyawarah: Inilah Asal Usul Kampung Adat Banceuy di Subang
IHSG Naik 0,26 Persen ke 8.388, Saham TRON dan BELL Melejit hingga 34 Persen
Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Tumbuh 5,33 Persen di 2026, Inflasi Terkendali 2,62 Persen
Pertamina EP Dorong Inovasi Hulu Migas, Investasi 2025 Capai hingga 15,9 Miliar Dolar AS
Arkeolog Temukan Bukti Kehidupan Purba 7.000 Tahun di Citapen Ciamis Jawa Barat