NEWS SUMMARY
- Suku Osing di Banyuwangi merupakan keturunan langsung masyarakat Kerajaan Blambangan yang menolak tunduk pada kekuasaan luar.
- Identitas Osing lahir dari perlawanan sejarah, termasuk Puputan Bayu 1771 M melawan VOC Belanda.
- Kini, lebih dari 60% warga Banyuwangi masih menggunakan bahasa Osing sebagai bahasa keseharian.
24JAMNEWS.COM - Apakah Anda tahu bahwa di ujung timur Pulau Jawa hidup satu komunitas yang mempertahankan warisan Majapahit hingga kini?
Mereka disebut Suku Osing — masyarakat asli Banyuwangi yang menolak tunduk pada kekuasaan luar dan tetap teguh menjaga identitas budaya leluhur mereka.
Suku Osing merupakan keturunan langsung dari penduduk Kerajaan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di Pulau Jawa yang berdiri hingga abad ke-18.
Baca Juga: KPK Selidiki Dugaan Penjualan Tanah Negara di Proyek Whoosh Senilai Triliunan Rupiah
Setelah keruntuhan Majapahit pada abad ke-15, sebagian besar rakyatnya berpindah ke Bali, Gunung Bromo, dan Blambangan.
Mereka yang menetap di Blambangan memilih mempertahankan kepercayaan, bahasa, dan budaya leluhur, yang kemudian membentuk identitas khas Osing.
Menurut catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud, 2021), komunitas ini menjadi fondasi terbentuknya Banyuwangi modern.
Baca Juga: 1.000 Rumah Layak Huni: Komitmen Sosial Astra Wujudkan SDGs Indonesia
Perlawanan Heroik Melawan VOC Dalam Peristiwa Puputan Bayu
Puncak pembentukan identitas Osing terjadi pada peristiwa Puputan Bayu tahun 1771 M.
Ketika rakyat Blambangan di bawah pimpinan Raden Jagapati melawan VOC Belanda hingga titik darah penghabisan.
Istilah “puputan” yang berarti perang sampai mati juga dikenal di Bali, menandakan kesamaan semangat perlawanan di dua wilayah ini.
Baca Juga: Menuju Pertanian 5.0: Wamentan Sudaryono Terapkan Teknologi AI Untuk Produktivitas Nasional
Puputan Bayu menjadi simbol harga diri dan kemandirian masyarakat Osing, serta menegaskan posisi Blambangan sebagai benteng terakhir budaya Jawa-Hindu.
Artikel Terkait
Momen Haru Keluarga Cendana Saat Soeharto Resmi Jadi Pahlawan Nasional 2025
RUPSLB BRI Akhir Tahun 2025: 10 Direksi Baru, Ada Pergantian Lagi? atau Evaluasi Strategi?
Tiga Nama Akhirnya Batal Menjadi Komisaris dan Direktur Bank BJB, Ini Keputusan OJK
1.000 Rumah Layak Huni: Komitmen Sosial Astra Wujudkan SDGs Indonesia
Pembangunan 250 Rumah Dimulai, Astra Targetkan 1.000 Unit Rumah Layak Huni
Menuju Pertanian 5.0: Wamentan Sudaryono Terapkan Teknologi AI Untuk Produktivitas Nasional
16,4 Hektare Tanah Jusuf Kalla Diserobot, JK Soroti Modus Mafia Tanah di Indonesia
3 Fakta Menarik Curug Kencana Ungu Ujung Kulon, Air Terjun Mistis di Ujung Jawa
KPK Selidiki Dugaan Penjualan Tanah Negara di Proyek Whoosh Senilai Triliunan Rupiah
60 Persen Warga Banyuwangi Masih Gunakan Bahasa Osing, Warisan Blambangan Hidup Kembali