NEWS SUMMARY:
- Longsor di Desa Situkung, Banjarnegara, melukai 3 warga dan memaksa 660 jiwa mengungsi ke Kantor Kecamatan Pandanarum.
- Sekitar 30 rumah serta lahan pertanian terdampak, sementara 45 warga masih terisolasi di lokasi kejadian.
- BPBD dan BNPB mendirikan posko darurat, dapur umum, serta menyalurkan bantuan logistik dan peralatan dasar bagi pengungsi.
24JAMNEWS.COM - Tanah longsor melanda Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Sabtu (15/11/2025), pukul 16.00 WIB, memicu kepanikan warga, melukai tiga orang, serta memaksa 660 jiwa mengungsi ke kantor kecamatan.
Longsor dipicu hujan deras yang menyebabkan tebing runtuh dan menimpa kawasan perkebunan serta persawahan warga sehingga ancaman meluas hingga ke permukiman sekitar.
BPBD Banjarnegara melaporkan satu warga bernama Klewih (40) ditemukan tidak sadarkan diri akibat luka fraktur tetapi berhasil diselamatkan dan kini kondisinya membaik setelah dirawat di puskesmas.
Baca Juga: Bagaimana Tata Ruang Tiga Zona Menjaga Kebersihan Penglipuran Selama Puluhan Tahun?
Dua warga lain mengalami luka dan telah dirujuk ke RSUD BNA serta Puskesmas Pandanarum sehingga total terdapat tiga korban luka dalam peristiwa ini.
Sekitar 286 KK atau 660 jiwa mengungsi sementara 45 jiwa masih terisolasi dan menunggu proses evakuasi oleh tim gabungan.
Kerusakan Material Meluas dan Masih dalam Pendataan Resmi BPBD
BPBD mencatat sekitar 30 rumah rusak dan sejumlah lahan persawahan serta perkebunan turut terdampak meski jumlah detail kerusakan masih diperbarui melalui pendataan lanjutan.
Baca Juga: Dua Anggota DPR Jadi Tersangka, KPK Kejar Keterangan Wela Arista dalam Kasus CSR BI-OJK
Petugas gabungan mendirikan pos lapangan, dapur umum, dan tenda pengungsian untuk memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik permakanan, matras, selimut, air mineral, hygiene kit, family kit, serta sarana pendukung posko seperti ATK, laptop, printer, dan banner.
Peristiwa ini berlangsung di tengah masa Status Siaga Darurat tanah longsor, angin kencang, cuaca ekstrem, dan banjir yang berlaku sejak 28 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026 berdasarkan Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 300.2/871/2025.
Baca Juga: Penimbunan 42 Ton BBM Subsidi Terbongkar di Belinyu: Polisi Sita Truk Modifikasi & 5 Terduga Pelaku
Upaya Penyelamatan dan Kesiapsiagaan Diperkuat di Lokasi Bencana
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., mengimbau masyarakat Banjarnegara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan dan tetap menjauhi area lereng curam.
Artikel Terkait
Dengan 14.000 Pohon, Selayar Jadi Pusat Benih Kelapa untuk Dukung Hilirisasi Bernilai Triliunan
Data Ekonomi Tertunda: Mengapa Bitcoin Tetap Melemah Meski Pemerintahan AS Aktif?
Mengintip Kehidupan di Desa Sembungan Dieng, Desa Tertinggi dengan Suhu 0 Derajat
Ini 5 Pertimbangan Sekolah dan Polisi Terkait PJJ dan Pemeriksaan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
Dua Klaim Tahta Keraton Solo: Data, Fakta, dan Dampaknya Pada Stabilitas Budaya 2025
OMC Digelar, Alat Berat Ditambah: Begini Fakta Terbaru Pencarian 10 Korban Longsor Cilacap
Penimbunan 42 Ton BBM Subsidi Terbongkar di Belinyu: Polisi Sita Truk Modifikasi & 5 Terduga Pelaku
Dua Anggota DPR Jadi Tersangka, KPK Kejar Keterangan Wela Arista dalam Kasus CSR BI-OJK
Bagaimana Tata Ruang Tiga Zona Menjaga Kebersihan Penglipuran Selama Puluhan Tahun?
660 Jiwa Mengungsi Akibat Longsor Banjarnegara, 3 Warga Terluka dan 30 Rumah Rusak