NEWS SUMMARY:
- Astra alami penurunan laba 6% pada kuartal III 2025.
- Harga batubara rendah tekan divisi alat berat dan energi.
- Diversifikasi ke sektor kesehatan dan properti jadi strategi pertumbuhan.
24JAMNEWS.COM - Apakah raksasa industri sebesar Astra mampu mempertahankan kinerjanya di tengah tekanan harga batubara yang kian melemah?
Pertanyaan ini mengemuka setelah korporasi multinasional tersebut melaporkan penurunan laba bersih pada sembilan bulan pertama tahun 2025.
PT Astra International Tbk (ASII) mencatat laba bersih sebesar Rp24,67 triliun hingga kuartal III 2025, turun enam persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp26,19 triliun.
Baca Juga: Keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati Aktif Lagi di DPR Setelah MKD Tolak Pengunduran Diri
Penurunan ini terjadi sebelum penyesuaian nilai wajar atas investasi korporasi pada GoTo dan Hermina.
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menjelaskan bahwa penurunan laba terutama disebabkan oleh melemahnya harga batubara global yang menekan sektor energi.
“Kami perkirakan kinerja tahun 2025 masih akan sejalan dengan tren kinerja grup saat ini,” ujar Djony dalam keterangannya, Jumat 31 Oktober 2025.
Baca Juga: Laba HIS Naik Sebesar 94 Persen di Kuartal III 2025, Bukti Efisiensi Armada Berhasil
Pendapatan Konsolidasian Stabil, Ekuitas Astra Tetap Menguat
Pendapatan konsolidasian Astra tercatat sebesar Rp243,6 triliun atau turun tipis satu persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meskipun demikian, nilai ekuitas korporasi meningkat enam persen menjadi Rp227,09 triliun dari sebelumnya Rp213,65 triliun, menandakan struktur keuangan yang tetap solid.
Djony menegaskan bahwa Astra akan terus menjaga kesehatan neraca keuangan dan mengoptimalkan efisiensi operasional di seluruh lini bisnisnya untuk mempertahankan ketahanan jangka panjang.
Baca Juga: Kinerja Elnusa 2025: Pendapatan Menungkat 9 Persen, Namun Laba Bersihnya Turun Tipis
Sektor Otomotif dan Mobilitas Menjadi Penopang Kinerja Grup
Segmen Otomotif & Mobilitas mencatatkan kinerja stabil dengan laba bersih mencapai Rp8,8 triliun atau naik satu persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Artikel Terkait
CNMA Jaga Kinerja Positif, F&B Naik 0,7% dan Digital Tumbuh 27,9%
Kuartal III 2025: Laba Indosat Ooredoo Hutchison Susut, Ekuitas Semakin Menguat
Kinerja Elnusa 2025: Pendapatan Menungkat 9 Persen, Namun Laba Bersihnya Turun Tipis
Subroto Award 2025: MIND ID Torehkan Prestasi Lewat Program PPM Inovatif
TBIG Pertahankan Stabilitas Keuangan, Laba Bersih Turun Tipis Menjadi Rp1,14 Triliun
29 Oktober 2025: MKD Putuskan Keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati Bertahan di Senayan
Keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati Aktif Lagi di DPR Setelah MKD Tolak Pengunduran Diri
Pendapatan BSDE Turun ke Rp 8,76 Triliun, Laba 9M25 Hanya Mencapai Rp 1,36 Triliun
Laba HIS Naik Sebesar 94 Persen di Kuartal III 2025, Bukti Efisiensi Armada Berhasil
Laba Astra Turun Sebesar 6 Persen Jadi Rp24,67 Triliun, Harga Batubara Tekan Kinerja