NEWS SUMMARY
- Sejumlah akun palsu mengatasnamakan Hashim S. Djojohadikusumo beredar di media sosial dengan modus tawaran investasi fiktif.
- Hashim menegaskan tidak memiliki akun media sosial apa pun dan tak pernah menawarkan investasi.
- Publik diimbau waspada terhadap akun yang menggunakan nama dan foto tokoh nasional tersebut.
24JAMNEWS.COM - Di tengah maraknya penipuan digital, muncul sejumlah akun media sosial yang mengatasnamakan pengusaha dan tokoh nasional Hashim S. Djojohadikusumo.
Akun-akun tersebut menawarkan investasi dan mengirim pesan pribadi kepada publik, padahal seluruh aktivitas itu ternyata tidak benar.
Melalui pernyataan resmi yang diterima redaksi pada Kamis (13/11/2025), juru bicara resmi Hashim, Ariseno Ridhwan, menegaskan bahwa Hashim tidak memiliki maupun mengelola akun media sosial dalam bentuk apa pun.
Baca Juga: Express Discharge Hadir di 53 Rumah Sakit, Peserta Bisa Pulang Langsung Setelah Konsultasi Dokter
"Bapak Hashim tidak pernah memberikan kuasa kepada pihak mana pun untuk melakukan promosi, pengumpulan dana, atau penawaran investasi atas nama beliau,” ujar Ariseno.
Pernyataan ini muncul setelah beredarnya beberapa akun di platform seperti Instagram, Facebook.
Dan Telegram yang menggunakan nama dan foto Hashim untuk memancing interaksi publik, khususnya dalam bentuk tawaran investasi.
Baca Juga: Tiga Juta Rumah Baru Dikejar Pemerintah Hingga 2029, Backlog Perumahan Masih 9,9 Juta Unit
Peringatan Terhadap Praktik Penipuan Digital Yang Kian Canggih
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat, sepanjang 2024 terdapat lebih dari 4.200 laporan akun palsu yang meniru tokoh publik.
Dengan modus terbanyak berupa penawaran investasi cepat untung.
Menurut pakar keamanan siber Pratama Persadha dari CISSReC, modus ini terus meningkat seiring tingginya literasi digital yang belum merata.
Baca Juga: EMTK Terima Rp449,71 Miliar dari Dividen SCMA, Berikut Jadwal Pembayarannya
Masyarakat harus selalu melakukan verifikasi sebelum menanggapi pesan atau tawaran investasi yang mencatut nama tokoh.
Artikel Terkait
Data 2024: Bahasa Osing Warisan Blambangan Masih Digunakan di 72 Desa Budaya Banyuwangi
Operasi Mayjen Febriel Buyung Sikumbang Sita 14 Alat Berat Tambang Ilegal Bangka Tengah
Ruwatan Bumi dan Jejak Panjang Sejarah 200 Tahun Kampung Adat Banceuy di Subang
Menjelang Tutup Tahun, IHSG Menguat Sebanyak 0,26 Persen Didorong Saham Mikro
Lima Saham Melonjak di Atas 24 Persen Saat Indeks Harga Saham Gabungan Naik 22 Poin
Ekonomi Indonesia Diproyeksi Naik 5,33 Persen Tahun 2026, Bank Indonesia Ungkap Syaratnya
2. ADIPEC 2025: Indonesia Bisa Tampilkan Arah Baru Energi Nasional Bersama Pertamina EP
Situs Batu Tulis Citapen Ciamis Jawa Barat Jadi Saksi Kehidupan Prasejarah di Tanah Sunda
Pemerintah Perkuat Hilirisasi dan Properti, Investasi Naik Jadi Rp1.434 Triliun Pada Kuartal III 2025
Investor Bersiap! SCMA Umumkan Bagi Dividen Interim 2025 Sebesar Rp9 Per Saham