• Sabtu, 18 April 2026

Data Lapangan WALHI: Banjir Lumpur Meluas, Air Sungai Berubah Merah, Sawah Warga Rusak Berat

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Minggu, 16 November 2025 | 16:00 WIB
Ilustrasi Lumpur merah memenuhi sawah warga di Pomalaa setelah hujan deras dan aktivitas pembukaan lahan industri.  (Dok. Kreasi Cici AI)
Ilustrasi Lumpur merah memenuhi sawah warga di Pomalaa setelah hujan deras dan aktivitas pembukaan lahan industri. (Dok. Kreasi Cici AI)

Sebaliknya, di sisi korporasi, PT Vale mencatat bahwa proyek IGP Pomalaa dilengkapi dengan fasilitas pengolahan limbah padat, kolam sedimentasi, pengelolaan air limbah dan limbah B3 sebagai bagian dari komitmen pertambangan berkelanjutan.

Namun, hingga saat ini belum ditemukan tanggapan publik resmi yang memuat verifikasi lapangan terkait tuduhan banjir lumpur serta pelanggaran izin lingkungan di wilayah tersebut.

Baca Juga: 4.200 Kasus Akun Palsu Terungkap, Hashim Djojohadikusumo Tegaskan Tak Punya Media Sosial

Kenapa Isu Ini Penting untuk Diketahui?

Isu ini memiliki nilai dampak tinggi karena mengaitkan investasi besar industri nikel, kerusakan lingkungan, dan kerugian petani lokal—membentuk konflik antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Kedekatannya secara geografis dengan masyarakat setempat membuatnya relevan.

Dari sisi human-interest, kisah petani yang produksi padinya merosot drastis menarik perhatian.

Baca Juga: Tiga Juta Rumah Baru Dikejar Pemerintah Hingga 2029, Backlog Perumahan Masih 9,9 Juta Unit

Lebih luas, ini mengundang pertanyaan tentang bagaimana negara, pemerintah daerah, dan korporasi mengelola izin lingkungan.

Dsn pengendalian dampak di zona industri besar, serta apakah mekanisme pengawasan cukup kuat untuk mencegah krisis ekologis yang sistemik.

Akivitas Industri Besar Tak Otomatis Aman bagi Lingkungan

Banjir lumpur terulang di Pomalaa adalah tanda jelas bahwa aktivitas industri yang besar tidak otomatis aman bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

Baca Juga: EMTK Terima Rp449,71 Miliar dari Dividen SCMA, Berikut Jadwal Pembayarannya

Ada kebutuhan mendesak agar pihak-pihak terkait menjawab: Apakah standar lingkungan dipatuhi?

Apakah pengawasan berjalan? dan Apakah korban masyarakat kecil akan terus dimarjinalkan oleh proyek besar?

Bagi petani di Desa Oko-Oko dan Lamedai, jawabannya tak boleh sekadar janji—melainkan tindakan.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X