- Hilirisasi kelapa diproyeksikan mencapai nilai ekonomi hingga Rp4.800 triliun.
- Mentan meluncurkan Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa di Selayar untuk memperkuat produksi dan hilirisasi kelapa nasional.
- Produksi benih meningkat drastis menjadi 1,7 juta per tahun berkat 14.000 pohon induk unggul.
24JAMNEWS.COM - Apakah lima juta pohon kelapa dapat menjadi titik balik besar bagi ekonomi nasional di tengah meningkatnya permintaan dlobal.
Tren konsumsi dunia juga kini berubah mengarah pada produk berbasis kelapa dengan nilai tambah yang tinggi
Selayar Meluncurkan Gerakan Masif Penanaman Lima Juta Kelapa
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meluncurkan Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa di Kepulauan Selayar pada Sabtu 15 November 2025.
Baca Juga: Temuan 19.391 Balpres Ungkap Skala Peredaran Pakaian Ilegal di Bandung
Gerakan ini merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar yang menargetkan penanaman satu juta pohon kelapa setiap tahun.
Mentan Amran menyampaikan bahwa permintaan kelapa dunia terus meningkat seiring pergeseran konsumsi global menuju coconut milk dan produk turunan kelapa lainnya.
Amran menilai langkah Kabupaten Kepulauan Selayar sejalan dengan kebutuhan nasional untuk mempercepat produksi kelapa dan memperkuat hilirisasi.
Baca Juga: Seberapa Penting Cikawali Bagi Kerajaan Galuh? Ini Catatan Sejarah dan Angkanya
Dalam sambutannya, Amran menyebut gagasan penanaman massal tersebut sebagai langkah strategis yang berpotensi meningkatkan daya saing Indonesia.
Peningkatan Produksi Benih Unggul Kelapa di Kabupaten Selayar
Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali menjelaskan bahwa dukungan Kementerian Pertanian meningkatkan ketersediaan pohon induk terpilih di wilayahnya.
Jumlah pohon induk meningkat dari 1.300 pohon pada 2018 menjadi 14.000 pohon pada 2025 sehingga produksi benih mencapai 1,7 juta benih per tahun.
Baca Juga: 3 Laga, 1 Kemenangan Bersejarah: Perjalanan Timnas Indonesia U-17 Di Bawah Nova Arianto
Produksi benih tersebut memberikan surplus sekitar 700 ribu benih yang dapat dimanfaatkan untuk ekspansi penanaman tahunan.
Natsir Ali menegaskan bahwa gerakan ini telah menjadi gerakan kolektif masyarakat yang digerakkan secara sukarela.
Artikel Terkait
Dugaan Izin Lingkungan Tidak Dipenuhi: Banjir Lumpur Pomalaa Masuk Sorotan WALHI Sultra
Kilas Balik 3 Pertandingan Indonesia di Piala Dunia U-17 dan Dampaknya bagi Pembinaan
3 Laga, 1 Kemenangan Bersejarah: Perjalanan Timnas Indonesia U-17 Di Bawah Nova Arianto
Tata Kelola MBG Dipertanyakan Usai BGN Laporkan 11.640 Penerima Manfaat Terdampak
Seberapa Penting Cikawali Bagi Kerajaan Galuh? Ini Catatan Sejarah dan Angkanya
Hujan Deras Hentikan Pencarian: Risiko Longsor Susulan Mengancam 512 Personel SAR
Pemerintah Ubah Metode Pemusnahan Setelah Temuan 19.391 Balpres Ilegal
Biaya Pembakaran Rp12 Juta per Kontainer, Pemerintah Beralih ke Pencacahan
Temuan 19.391 Balpres Ungkap Skala Peredaran Pakaian Ilegal di Bandung
Gerakan 5 Juta Pohon Kelapa Diluncurkan, Potensi Hilirisasi Disebut Capai Rp4.800 Triliun