NEWS SUMMARY:
- Sherly Tjoanda menjelaskan adaptasi sebagai Gubernur Maluku Utara dan alasan kehati-hatiannya berbicara di ruang publik.
- Ia mengungkap beban ganda setelah suami wafat dan bagaimana ia membagi peran keluarga dan pemerintahan.
- Penjelasannya soal kondisi warga Morotai memicu respons publik karena dianggap tak mewakili situasi menyeluruh.
24JAMNEWS.COM - Apakah seorang gubernur bisa tetap tegar saat kehilangan pasangan sekaligus menghadapi sorotan publik yang tak henti?
Bagaimana seorang pemimpin daerah menyeimbangkan duka pribadi dan tuntutan jabatan?
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menjelaskan proses adaptasinya sebagai pejabat publik dalam wawancara di kanal YouTube Curhat Bang milik Denny Sumargo.
Baca Juga: Mampukah Menkeu Purbaya Membuktikan Kinerja Menteri Keuangan di Tengah Tekanan Pasar?
Ia menyebut perubahan peran dari ibu rumah tangga menjadi gubernur membuatnya berhati-hati dalam berbicara kepada publik.
“Saya menyadari bahwa saya sekarang adalah pejabat publik, jadi ketika publik menuntut saya untuk menjawab tentu saya harus menjawab,” kata Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara.
Pertimbangan Diam dan Kekhawatiran Salah Tafsir Media
Sherly mengatakan sikap diam yang sempat ia ambil bukan karena menutup diri, melainkan karena khawatir jawabannya akan dipelintir.
Baca Juga: JATAM Temukan Keterhubungan Lima Korporasi Tambang dengan Aset Warisan Sherly Tjoanda
Ia menjelaskan bahwa setiap pernyataannya berpotensi menimbulkan interpretasi berbeda di masyarakat.
“Saya merasa apa pun yang saya jawab nanti akan dipelintir,” ujar Sherly dalam wawancara itu.
Beban Ganda Kepemimpinan dan Kehilangan Sosok Pendamping
Sherly menuturkan bahwa ia menjalani masa sulit setelah kepergian suaminya, Benny Laos, yang meninggal dunia saat masa kampanye.
Baca Juga: Yordania Tawarkan Proyek 1,3 Miliar Dolar AS ke Danantara, Mulai dari Gas hingga Jalan Tol
Ia harus mengelola tanggung jawab keluarga sekaligus pemerintahan daerah tanpa kehadiran sosok yang selama ini mendampinginya.
Artikel Terkait
59 Persen Patahan Beras Premium dan Pola Harga Gabah: Apa Kata Mentan Amran?
Data JATAM Ungkap 5 Korporasi Tambang yang Terhubung dengan Pejabat Daerah Maluku Utara
TNGHS dan Desa yang Hilang: Temuan Penting soal Kasepuhan, Akses Hutan, dan Sengketa Tenurial
Di Balik Kabut Halimun: Data Konflik Adat, Fakta Zonasi TNGHS, dan Realitas Komunitas Terpencil
Fluktuasi Rupiah dan Risiko Fiskal: Faktor yang Membuat BI Diproyeksi Pertahankan 4,75 Persen
BI Hadapi Arus Keluar Modal Sejak 2024: Apa Dampaknya Pada Keputusan BI-Rate 4,75 Persen?
5 Korporasi Tambang Dan Aset Warisan Sherly Tjoanda: Data JATAM Soroti Potensi Benturan Kepentingan
Riset Baru dan Lonjakan Wisata Membuat Cerita Malin Kundang Kembali Jadi Sorotan Publik
Kunjungan Naik 18 Persen: Legenda Malin Kundang Gerakkan Pariwisata Padang 2024–2025
Seberapa Besar Pengaruh Keputusan Purbaya Terhadap Stabilitas Ekonomi Indonesia Menjelang 2026?