Namun pasar tetap menunggu keputusan suku bunga The Fed pada 10 Desember 2025 yang dianggap sebagai penentu arah risiko jangka pendek.
Penundaan rilis data CPI dan laporan tenaga kerja akibat shutdown AS juga membuat investor menahan diri dari aksi beli agresif.
Baca Juga: Gubernur Maluku Utara: Pernyataan Sherly Tjoanda Soal Kontroversi Morotai dan Tekanan Publik
Regulator Amerika Serikat Menggeser Prioritas Pengawasan Pasar
SEC mengumumkan bahwa kripto tidak lagi menjadi fokus utama dalam prioritas pemeriksaan 2026 dan kini menekankan pengawasan siber, fidusia, dan risiko teknologi termasuk AI.
Meskipun demikian, regulator menegaskan aset kripto tetap dapat diperiksa jika masuk kategori berisiko tinggi seiring meningkatnya kerentanan industri.
Pergeseran fokus menunjukkan regulator memperluas cakupan tata kelola teknologi yang semakin penting dalam pasar keuangan.
Baca Juga: JATAM Temukan Keterhubungan Lima Korporasi Tambang dengan Aset Warisan Sherly Tjoanda
Indodax Menilai Koreksi Tidak Mencerminkan Perubahan Fundamental
Vice President Indodax, Antony Kusuma, menilai tekanan harga kali ini dipicu kondisi teknis dan sentimen jangka pendek tanpa perubahan pada fundamental aset digital.
Antony menjelaskan bahwa volatilitas seperti ini sering muncul ketika pasar menyesuaikan diri dengan dinamika likuiditas global yang berubah cepat.
Ia menekankan pentingnya keputusan yang tenang karena investor jangka panjang biasanya melihat fase seperti ini sebagai peluang akumulasi bertahap.
Baca Juga: BI-Rate 4,75 Persen: Pasar Menilai Level Ini Paling Aman di Tengah Arus Keluar 0,95 Miliar Dolar AS?
Indodax memastikan operasional perdagangan berjalan stabil dan terus memantau kondisi pasar secara real-time untuk mendukung kenyamanan pengguna.****
Artikel Terkait
OJK Menolak Hasil RUPS April 2025, Bank BJB akan Revisi Struktur Komisaris
Hari Keempat Longsor Cilacap: 22 Alat Berat, 1.001 Personel, dan OMC Dikerahkan Cari 10 Korban Hilang
Pertamina Drilling Genjot Daya Saing Melalui Knowledge Management Berbasis Teknologi Digital
Mengapa Malin Kundang Masih Dicari? Data Wisata 2024 dan Kajian Folklor Menjawab Pertanyaan Publik
Respons Pasar, Data Fiskal, dan Pertanyaan Publik tentang Arah Ekonomi Nasional 2026 di Era Purbaya
Data Wawancara: Fakta Kunci Pengakuan Sherly Tjoanda Tentang Kepemimpinan dan Respons Publik
Marissa Anita Gugat Cerai Setelah 17 Tahun Menikah, Mediasi PN Jakpus Buka Tahap Awal Perkara
Peluang Penurunan BI Rate di Bawah 4,75 Persen, Ekonomi Indonesia Masih Belum Optimal
Gubernur Bank Indonesia Sebut Inflasi Terkendali, BI Rate Bisa Turun Jika Kondisi Mendukung
BABY Kuasai Emway: Sinergi 300 Retailer, 50 Negara Ekspor, dan Pertumbuhan Mainan Sepanjang Tahun