• Sabtu, 18 April 2026

Kapasitas Naik 100.000 Barel per Hari, Kilang Balikpapan Kunci Zero Impor Solar Indonesia Mulai 2026

Photo Author
Tim 24 Jam News, 24jamnews.com
- Selasa, 13 Januari 2026 | 12:10 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.  (Facebook.com @Bahlil Lahadalia)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Facebook.com @Bahlil Lahadalia)

NEWS SUMMARY:

  • Pemerintah menegaskan kebijakan zero impor solar mulai 2026 seiring beroperasinya penuh RDMP Kilang Balikpapan berkapasitas 360.000 barel per hari.
  • Kilang terbesar Indonesia ini memicu surplus solar 3–4 juta kiloliter pada 2026 dengan kualitas setara Euro V yang lebih ramah lingkungan.
  • Penghentian impor solar diproyeksikan menghemat devisa hingga Rp68 triliun per tahun dan mempersempit ruang bisnis importir BBM.

24JAMNEWS.COM - Apakah Indonesia benar-benar siap mengakhiri ketergantungan impor solar setelah puluhan tahun bergantung pada pasokan luar negeri?

Seberapa besar dampak beroperasinya RDMP Kilang Balikpapan terhadap devisa negara dan peta bisnis energi nasional pada 2026?

Pemerintah menegaskan langkah strategis menuju kemandirian energi dengan menghentikan impor solar mulai 2026 seiring beroperasinya penuh RDMP Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur.

Baca Juga: Dari Panggung Komedi ke Debat Publik: Stand Up Comedy Mens Rea dan Kebebasan Berekspresi

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dalam peresmian kilang pada Senin, 12 Januari 2026.

Kebijakan ini menjadi bagian dari visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kedaulatan energi nasional.

RDMP Kilang Balikpapan Menjadi Tulang Punggung Swasembada Solar Nasional

RDMP Kilang Balikpapan meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260.000 menjadi 360.000 barel per hari.

Baca Juga: Menghindari Ewuh Pakewuh: Alasan Prabowo Subianto Tak Mau Ketahui Daftar Korporasi Pelanggar Hukum

Kapasitas tersebut menjadikan kilang ini sebagai yang terbesar di Indonesia hingga saat ini.

Peningkatan kapasitas itu memungkinkan produksi solar berkualitas setara Euro V yang lebih ramah lingkungan.

Kementerian ESDM memproyeksikan surplus produksi solar nasional mencapai 3–4 juta kiloliter pada 2026.

Baca Juga: Dari Tekstil hingga Chip: Ratas di Hambalang Bahas Investasi Dolar AS 6 Miliar Proyek Hilirisasi

Surplus ini menandai perubahan signifikan dari posisi Indonesia sebagai negara pengimpor solar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X