“Saya benar-benar sendiri, saya harus menjadi ibu, bapak, dan pejabat publik,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa sahabat almarhum kini membantu mengelola urusan bisnis keluarga agar ia dapat fokus pada pemerintahan.
Baca Juga: Jejak 5 Korporasi Tambang yang Dikaitkan dengan Gubernur dan Dampaknya ke Warga Maluku Utara
Nilai Hidup Suami dan Pengaruhnya pada Keputusan Karier Politik
Sherly mengenang pesan suaminya yang selalu menekankan pentingnya keikhlasan dan berbagi, terutama dalam pelayanan publik.
“Dia selalu bilang lebih baik memberi daripada menerima,” ujar Sherly.
Ia mengatakan prinsip itu mempengaruhi caranya melihat tanggung jawab sebagai gubernur.
Baca Juga: Transformasi Pengetahuan 2025: Strategi Pertamina Drilling Menguatkan Daya Saing Industri
Pernyataan Tentang Morotai dan Respons Masyarakat Setempat
Pada bagian lain wawancara, Sherly menceritakan awal dukungannya terhadap keputusan suami terjun ke politik setelah melihat kondisi masyarakat Morotai.
Ia menyebut suaminya sempat menangis saat melihat warga lanjut usia makan mi instan dan tidur di atas kardus.
“Dia cerita sambil berkaca-kaca betapa dia melihat orang tua-tua makannya cuma Indomie dan tidurnya beralaskan kardus,” ujar Sherly.
Baca Juga: Beras Premium Patahan 59 Persen: Mentan Amran Ungkap Pola Harga Serakahnomic
Ia menambahkan bahwa pengalamannya melihat langsung kondisi di lapangan membuatnya mendukung suaminya.
Pernyataan itu memicu kritik sebagian warga Morotai yang menilai gambaran tersebut tidak mewakili kondisi keseluruhan daerah.****