NEWS SUMMARY:
- Koperasi Desa Merah Putih bisa ajukan kredit hingga Rp 240 triliun.
- Fasilitas dijamin penuh pemerintah dan dikelola oleh Himbara serta Agrinas.
- Kebijakan ini diharapkan jadi motor pertumbuhan ekonomi desa Indonesia.
24JAMNEWS.COM - Apakah ekonomi desa akan menjadi motor baru kebangkitan ekonomi nasional?
Pertanyaan itu kini mencuat setelah pemerintah membuka akses pembiayaan jumbo bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui korporasi perbankan pelat merah.
Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kini dapat mengajukan kredit ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan total plafon mencapai Rp 240 triliun.
Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta Bandung Disebut Investasi Sosial, Analis Soroti Kerugian Rp73,5 Triliun
Dana besar ini disiapkan untuk mendukung pengembangan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Sejalan dengan agenda pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui lembaga keuangan berbasis komunitas.
Menurut Purbaya, fasilitas kredit tersebut dijamin sepenuhnya oleh pemerintah.
Baca Juga: TGUK Masuki Bisnis Frozen Meat, Proyeksi Pasar Naik ke US,9 Miliar 2033
Dengan demikian, korporasi perbankan Himbara seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Bank Tabungan Negara (BBTN) tidak perlu khawatir terhadap risiko gagal bayar.
PT Agrinas Pangan Nusantara Ditunjuk Bangun Infrastruktur Fisik
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana pembangunan infrastruktur fisik KDMP di desa dan kelurahan.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang mandiri, dengan koperasi sebagai pusat kegiatan produktif.
Baca Juga: Mentan Amran Sulaiman Dorong Harga Kelapa Naik, 10.000 Hektare Disiapkan di Maluku Utara
“Fasilitas kredit ini dijamin penuh oleh pemerintah, sehingga Himbara tidak perlu khawatir terhadap risiko gagal bayar,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Artikel Terkait
Biaya Membengkak Rp19,9 Triliun, Proyek Kereta Cepat Whoosh Siap Restrukturisasi Utang
TGUK Masuki Bisnis Frozen Meat, Proyeksi Pasar Naik ke US$5,9 Miliar 2033
100 Persen Tarif Baru Amerika Serikat Terancam Batal, Negosiasi dengan Tiongkok Terus Berlanjut
Dugaan Air Tanah Dalam Produk Aqua: Koalisi Kebenaran Desak Pemerintah Bertindak Cepat
Mengapa Label ‘Air Pegunungan’ Dipersoalkan? Kementeriaan ESDM Ungkap Fakta yang Terbaru
Kuasa Hukum Ungkap Grup WA Nadiem Makarim Dibentuk Sebelum Jadi Menteri, Berikut Ini Isinya
40 Tokoh Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mahfud MD Nilai Soeharto Penuhi Syarat
Hasil Riset Harvard: Kebahagiaan Naikkan Produktivitas Kerja Hingga Sebesar 13 Persen
Mentan Amran Sulaiman Dorong Harga Kelapa Naik, 10.000 Hektare Disiapkan di Maluku Utara
Kereta Cepat Jakarta Bandung Disebut Investasi Sosial, Analis Soroti Kerugian Rp73,5 Triliun