• Sabtu, 18 April 2026

Tantangan Baru Menkeu: Popularitas Purbaya Naik, Risiko Politisasi Jabatan Juga Meningkat

Photo Author
Banny Rachman, 24jamnews.com
- Senin, 17 November 2025 | 16:30 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa saat pertama kali menjabat Menkeu, momen yang memicu diskusi tentang gaya fiskal dan risiko politisasi jabatannya. (Instagram.com @purbayayudhi_oficial)
Purbaya Yudhi Sadewa saat pertama kali menjabat Menkeu, momen yang memicu diskusi tentang gaya fiskal dan risiko politisasi jabatannya. (Instagram.com @purbayayudhi_oficial)

NEWS SUMMARY:

  • Pengamat mengingatkan Purbaya Yudhi Sadewa agar tidak terjebak politisasi jabatan di tengah lonjakan popularitas awalnya sebagai Menteri Keuangan.
  • Purbaya diminta menjaga dukungan kelas menengah dan fokus sebagai teknokrat agar tidak mengulangi dinamika politik yang pernah dialami Sri Mulyani.
  • Perbandingan gaya pengelolaan fiskal dan tantangan kebijakan menjadi sorotan publik, termasuk risiko defisit dan tekanan anggaran negara.

24JAMNEWS.COM - Bisakah lonjakan popularitas Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan berubah jadi jebakan politik, sama seperti yang pernah dialami Sri Mulyani?

Pengamat keuangan Yanuar Rizky menyoroti bahwa awal masa jabatan Purbaya sangat mirip dengan fase pertama Sri Mulyani ketika bergabung ke kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Yanuar, sambutan hangat dan tepuk tangan publik saat pelantikan Purbaya mencerminkan pola yang pernah dialami Sri Mulyani ketika menggantikan Yusuf Anwar pada 2005.

Baca Juga: Apakah Redenominasi Rp1000 ke Rp1 Mendesak? Analisis Wewenang, Data BI, dan Kekhawatiran Publik

Ia memperingatkan bahwa popularitas awal bukan jaminan stabilitas jangka panjang, seperti sejarah perjalanan Sri Mulyani.

Peringatan Penting Tentang Hubungan Purbaya dengan Kelas Menengah Publik

Yanuar mengingatkan Purbaya agar menjaga hubungan erat dengan kelas menengah, yang menurutnya punya peran kunci dalam menjaga dukungan politik dan masyarakat.

“Kelas menengah yang sangat mendukung di awal, bisa jadi yang sama menolak di kemudian hari,” kata Yanuar dalam sebuah podcast.

Baca Juga: 660 Jiwa Mengungsi Akibat Longsor Banjarnegara, 3 Warga Terluka dan 30 Rumah Rusak

Jika Purbaya gagal membangun stabilitas dukungan berkelanjutan, Yanuar khawatir nasibnya bisa bersejarah layaknya beberapa tokoh publik sebelumnya.

Dampak Potensial Jika Dukungan Publik Melemah

Kehilangan dukungan dari kelas menengah dapat menimbulkan risiko legitimasi terhadap kebijakan fiskal dan anggaran yang digulirkan Purbaya.

Stabilitas sosial-politik bisa terganggu jika publik yang merasa dikhianati melancarkan kritik keras, sebagaimana pernah terjadi di era Sri Mulyani.

Baca Juga: Bagaimana Tata Ruang Tiga Zona Menjaga Kebersihan Penglipuran Selama Puluhan Tahun?

Selektif dalam menjaga kepercayaan publik akan menjadi ujian besar bagi pemegang jabatan Menkeu baru agar bisa mempertahankan wibawa.

Pesan untuk Kabinet Ahli Tanpa Politisasi

Yanuar juga menyerukan agar Purbaya dipertahankan sebagai tokoh teknokrat, bukan dipolitisasi menjadi figur populer atau calon wakil presiden.

Ia melihat “zaken kabinet” kabinet berisi menteri ahli sebagai model ideal: menteri bekerja karena kompetensi, bukan ambisi politik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X