NEWS SUMMARY:
- Presiden Prabowo absen di pembukaan perdagangan BEI 2026 karena meninjau langsung dampak banjir bandang di Aceh dan wilayah Sumatra.
- Menkeu Purbaya menegaskan prioritas kemanusiaan sejalan dengan upaya menjaga pemulihan ekonomi daerah terdampak bencana.
- Pemerintah tetap optimistis pada pasar modal 2026, dengan target IHSG menembus level 10.000.
24JAMNEWS.COM - Apakah absennya Presiden Prabowo Subianto di pembukaan perdagangan BEI 2026 menandakan berkurangnya perhatian negara terhadap pasar modal, atau justru memperlihatkan prioritas kepemimpinan yang berbeda?
Mengapa Presiden memilih berada di wilayah terdampak banjir bandang saat lonceng perdagangan saham perdana tahun 2026 resmi dibunyikan di Bursa Efek Indonesia?
Presiden Absen di BEI, Fokus Penanganan Bencana Nasional
Presiden Prabowo Subianto tidak menghadiri seremoni pembukaan perdagangan saham perdana 2026 di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 2 Januari 2026.
Baca Juga: Target Ekonomi Indonesia 2026: Pertumbuhan 5,2–5,8 Persen dengan Investasi Rp7.500 Triliun
Ketidakhadiran tersebut dikonfirmasi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, yang memimpin langsung acara di Gedung BEI, Jakarta.
Purbaya menjelaskan Presiden tengah berada di Aceh, meninjau kondisi warga terdampak banjir bandang serta memantau pembangunan hunian sementara dan proses rekonstruksi pascabencana.
Menurutnya, keputusan tersebut mencerminkan prioritas pemerintah terhadap aspek kemanusiaan dan pemulihan ekonomi daerah terdampak.
Baca Juga: Langkah Tegas Bahlil: Dirjen Gakkum ESDM Dibentuk, Tambang Ilegal dan Subsidi Bocor Dibidik
Pemerintah Tegaskan Ekonomi Tetap Menjadi Prioritas Utama
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa absennya Presiden tidak mengurangi komitmen negara terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menyebut kehadiran Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai representasi lengkap otoritas ekonomi.
“Seluruh perangkat kebijakan fiskal dan moneter hadir di sini, menunjukkan koordinasi pemerintah tetap solid,” ujar Purbaya dalam keterangan resmi Kementerian Keuangan.
Ia menambahkan bahwa Presiden secara aktif memantau kondisi ekonomi nasional meskipun berada di lapangan bencana.
Artikel Terkait
Dari Sawit ke Hortikultura, Arah Baru Kebijakan Lahan Jawa Barat Menurut Gubernur Jabar KDM
Bahlil Lahadalia Temui Pengamat Gunung Api, Data PVMBG Ungkap Aktivitas Semeru dan Lewotobi
Angka Bicara: Pertanian Tumbuh 13,53 % dan Beras Jadi Penopang Stabilitas Ekonomi Nasional
Tanpa Impor Beras, Indonesia Catat Surplus 4,77 Juta Ton dan Stok Tertinggi Sepanjang Sejarah
Akhir 29 Tahun Pernikahan: Sidang Perceraian Atalia Praratya Berjalan Kondusif di PA Bandung
Atalia Praratya Hadiri Sidang Perceraian 31 Desember 2025, Proses Cepat Usai Kesepakatan Damai
Lebih 1.000 Tambang Ilegal Disorot, Bahlil Siapkan Dirjen Gakkum ESDM untuk Perkuat Penegakan Hukum
Bahlil Target Mafia Tambang dan Migas, Reformasi ESDM Didorong Selamatkan Ratusan Triliun
Ekonomi Indonesia 2026 Diproyeksi Tumbuh Hingga 5,8 Persen, Pemerintah Dorong Investasi dan Ekspor
APBN 2026 Rp2.567,9 Triliun, Pemerintah Fokuskan 8 Program Prioritas Dongkrak Ekonomi