• Sabtu, 18 April 2026

Gejolak Global Tak Ganggu Indonesia, Surplus Pangan Jadi Penopang Stabilitas Ekonomi Jelang Lebaran

Photo Author
Tim 24 Jam News, 24jamnews.com
- Selasa, 3 Maret 2026 | 18:20 WIB
Petugas logistik memantau stok pangan nasional guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman hingga setelah Idulfitri 2026. (Dok. Bapanas)
Petugas logistik memantau stok pangan nasional guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman hingga setelah Idulfitri 2026. (Dok. Bapanas)

Minyak goreng nasional juga diperkirakan surplus 3,5 juta ton setelah produksi dan stok awal tahun dikurangi konsumsi domestik sebesar 914 ribu ton.

Sembilan Komoditas Strategis Dipastikan Tidak Memerlukan Impor Tahun Ini

Pemerintah menegaskan sedikitnya sembilan komoditas pangan pokok strategis telah sepenuhnya disokong produksi dalam negeri sehingga tidak membutuhkan impor tambahan.

Baca Juga: Serangan Israel - AS Ke Iran Picu Spekulasi Kematian Ali Khamenei dan Ketegangan Regional Meningkat

Komoditas tersebut meliputi beras, jagung pakan, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, telur ayam, daging ayam, dan minyak goreng.

Sarwo Edhy menjelaskan capaian ini menunjukkan ketahanan sistem produksi pangan nasional semakin kuat dalam menghadapi dinamika global.

Data pemerintah menunjukkan surplus gula konsumsi mencapai 595 ribu ton, cabai besar 74 ribu ton, cabai rawit 105 ribu ton, serta bawang merah 57 ribu ton.

Baca Juga: Timur Tengah Memanas Usai Operasi Preemptive AS - Israel Targetkan Infrastruktur Strategis Iran

Ketersediaan protein hewani juga aman dengan surplus daging ayam 727 ribu ton dan telur ayam sekitar 349 ribu ton.

Serapan Produksi Dalam Negeri Perkuat Cadangan Beras Pemerintah Nasional

Penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah dilakukan melalui penyerapan produksi domestik yang dijalankan secara masif sejak awal tahun 2026.

Hingga minggu keempat Februari 2026, serapan setara beras oleh Perum Bulog mencapai 552,4 ribu ton dari produksi dalam negeri.

Baca Juga: Impor Kendaraan Desa Jadi Sorotan, Kadin Usulkan Strategi Jangka Panjang Kemandirian Industri Otomotif

Angka tersebut meningkat 196,9 persen dibandingkan periode Januari hingga Februari 2025 yang hanya mencapai 186 ribu ton.

Sarwo Edhy menyebut peningkatan serapan menunjukkan tren produksi beras nasional terus mengalami pertumbuhan positif.

Langkah ini sekaligus menjadi strategi menjaga stabilitas harga serta melindungi petani sebagai produsen utama pangan nasional.

Baca Juga: Langkah Strategis Indonesiaraya.co.id Gabung Promedia, Perkuat Infrastruktur Media Digital Berkelanjutan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X