Gejolak Geopolitik Global Dinilai Tidak Ganggu Ketahanan Pangan Indonesia
Pemerintah menilai dinamika geopolitik global belum memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan pangan strategis nasional.
Dominasi produksi dalam negeri membuat Indonesia relatif lebih tahan terhadap gangguan rantai pasok global.
Sarwo Edhy menegaskan proyeksi neraca pangan menunjukkan kondisi tetap aman hingga setelah Idulfitri 2026.
Baca Juga: Sidang DK PBB Bahas Anak dan Teknologi Dipimpin Melania Trump Saat Presidensi Amerika Dimulai
Kebijakan penguatan produksi domestik menjadi bagian dari agenda besar kemandirian pangan nasional yang terus diprioritaskan pemerintah.
Dengan kondisi surplus tersebut, stabilitas pangan diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat selama periode konsumsi tinggi Ramadan dan Lebaran.****
Artikel Terkait
Kendaraan Logistik Desa Impor Mulai Tiba, Kadin Dorong Bangun Kedaulatan Industri Otomotif Nasional
Perang Informasi Timur Tengah Memanas Setelah Klaim Kematian Pemimpin Iran Ali Khamenei Beredar
Serangan Israel - AS Ke Iran Picu Spekulasi Kematian Ali Khamenei dan Ketegangan Regional Meningkat
Ali Khamenei Wafat, Masa Depan Iran Dipertanyakan Saat Risiko Konflik Regional dan Harga Minyak Naik
Dari Revolusi Hingga Kekuasaan Absolut, Warisan Politik Ali Khamenei Bentuk Iran dan Timur Tengah Modern
Peran Silent Kingmaker RM Sastrosartomo dalam Stabilitas Birokrasi Awal RI dan Warisan Catur Murti
Catur Murti dan Kepemimpinan Sunyi RM Soesastro Kartohadiprojo di Balik Arsitektur Awal Negara RI
Dampak Konflik Iran Terhadap Indonesia Mulai Terlihat Harga Minyak Dunia Naik dan Risiko BBM Langka
Program Kemitraan Media Dorong Wartawan Daerah Bangun Portal Berita Modern dengan Dukungan Teknologi
Konsumsi Ramadan Diantisipasi, Pemerintah Andalkan Produksi Domestik untuk Jaga Stabilitas Pangan