• Sabtu, 18 April 2026

Analis Nilai Ruang Fiskal Kian Sempit Akibat Subsidi Energi dan Beban Bunga Utang Negara Meningkat

Photo Author
Tim 24 Jam News, 24jamnews.com
- Selasa, 7 April 2026 | 23:55 WIB
Tekanan inflasi pangan dan energi disebut memengaruhi konsumsi rumah tangga Indonesia pada awal 2026. (Dok. kemenkeu.go.id)
Tekanan inflasi pangan dan energi disebut memengaruhi konsumsi rumah tangga Indonesia pada awal 2026. (Dok. kemenkeu.go.id)

Ia juga menyebut koreksi indeks saham domestik menunjukkan pasar membutuhkan sinyal stabilitas kebijakan yang kuat dari otoritas fiskal dan sektor keuangan.

Kepercayaan Investor Global Terpengaruh Persepsi Risiko Kebijakan Fiskal Nasional

Kusfiardi mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi negara tenor sepuluh tahun menjadi sekitar 7,1 persen mencerminkan meningkatnya persepsi risiko investor terhadap fiskal Indonesia.

Baca Juga: Data Terbaru Stok Beras 2026, Rekor Serapan Produksi Petani Jadi Penopang Ketahanan Pangan Tahun Ini

Ia menilai persepsi populisme fiskal dapat memengaruhi kepercayaan pasar jika kebijakan dianggap lebih berorientasi jangka pendek dibandingkan penguatan fundamental ekonomi.

Menurut Kusfiardi, kesinambungan fiskal menjadi faktor utama dalam menjaga kredibilitas Indonesia di mata investor global dan lembaga keuangan internasional.

Menteng Kleb Dorong Reformasi Fiskal Berbasis Amanat Konstitusi Nasional

Menteng Kleb mendorong arah kebijakan fiskal kembali berorientasi pada amanat konstitusi dengan fokus pada keadilan ekonomi dan penguatan sektor produktif.

Baca Juga: Mengapa Terminal Minyak Pulau Kharg Disebut Kunci Ketahanan Ekonomi Iran dalam Tekanan Global Modern

Kusfiardi mengatakan Indonesia membutuhkan teknokrat fiskal yang mampu menjaga kredibilitas global sekaligus memahami kebutuhan ekonomi domestik secara seimbang.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi perpajakan dan penguatan basis pajak agar kontribusi kelompok ekonomi besar meningkat secara adil.

Sebagai catatan, isu ruang fiskal sempit dan optimalisasi penerimaan pajak sebelumnya juga menjadi perhatian berbagai laporan media ekonomi nasional sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Baca Juga: Dilema Harga BBM Saat Subsidi Membengkak dan Harga Minyak Global Terus Bergerak Naik Tahun Ini

Kusfiardi, analis ekonomi Menteng Kleb, mengatakan evaluasi kebijakan ekonomi perlu dilakukan untuk memastikan arah fiskal tetap relevan dengan dinamika global.

Ia menegaskan Indonesia membutuhkan kepemimpinan fiskal adaptif yang mampu menjaga disiplin anggaran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X