Buhari optimistis sektor perumahan akan tumbuh positif pada 2026, didorong oleh penurunan suku bunga BI ke level 4,75 persen, stimulus fiskal, dan pembangunan infrastruktur strategis seperti MRT Fase 2 dan LRT Jabodebek.
Properti Sebagai Penggerak Ekonomi Nasional
Sektor properti disebut memiliki multiplier effect tinggi karena mendorong 185 sektor turunan mulai dari bahan bangunan hingga tenaga kerja.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia 2025: SBY Klaim Prediksi 15 Tahun Lalu Terwujud Seutuhnya
“Properti tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi jutaan masyarakat,” tegas Buhari.
Pemerintah yakin dengan kebijakan yang inklusif dan dukungan pembiayaan yang kuat, sektor properti dapat menjadi pilar ekonomi baru nasional.**