Gejolak Geopolitik Global Dinilai Tidak Ganggu Ketahanan Pangan Indonesia
Pemerintah menilai dinamika geopolitik global belum memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan pangan strategis nasional.
Dominasi produksi dalam negeri membuat Indonesia relatif lebih tahan terhadap gangguan rantai pasok global.
Sarwo Edhy menegaskan proyeksi neraca pangan menunjukkan kondisi tetap aman hingga setelah Idulfitri 2026.
Baca Juga: Sidang DK PBB Bahas Anak dan Teknologi Dipimpin Melania Trump Saat Presidensi Amerika Dimulai
Kebijakan penguatan produksi domestik menjadi bagian dari agenda besar kemandirian pangan nasional yang terus diprioritaskan pemerintah.
Dengan kondisi surplus tersebut, stabilitas pangan diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat selama periode konsumsi tinggi Ramadan dan Lebaran.****