Presiden menilai Indonesia memiliki kemampuan untuk mengembangkan sumber energi domestik berbasis tanaman.
“BBM kita nanti tidak harus dari impor, bahkan bisa berasal dari tanaman seperti sawit, singkong, jagung, dan tebu,” kata Prabowo Subianto.
Swasembada Energi dan Pangan Jadi Strategi Kemandirian Nasional Indonesia
Presiden menegaskan bahwa program swasembada menjadi agenda penting pemerintah dalam memperkuat kemandirian nasional.
Swasembada pangan dinilai telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Presiden menyebut Indonesia telah mencapai swasembada beras sebagai salah satu indikator keberhasilan kebijakan tersebut.
Ke depan, pemerintah juga mendorong pengembangan swasembada energi untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.
“Kita bersyukur swasembada energi hampir kita capai dan kita sudah sampai swasembada beras,” ujar Prabowo Subianto.
Harga Energi Global Naik Namun Stabilitas Nasional Tetap Terjaga
Konflik geopolitik di Timur Tengah berdampak pada kenaikan harga minyak dunia yang melampaui Dolar AS100 per barel.
Baca Juga: Panic Buying BBM Ungkap Ketidakpastian Informasi Energi Picu Kepanikan Publik di Berbagai Daerah
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas energi di banyak negara importir energi.
Namun Presiden menyatakan bahwa Indonesia masih mampu menjaga stabilitas energi nasional.
Pemerintah tetap mempertahankan kebijakan subsidi bahan bakar minyak untuk menjaga daya beli masyarakat.
Baca Juga: Kontroversi Tambang Emas Tumpang Pitu Picu Diskusi Publik Tentang Ekonomi Lokal dan Lingkungan