Reaksi Pemerintah Kolonial dan Perjuangan WR Supratman
Setelah debut tersebut, pemerintah kolonial Belanda merasa terancam dengan lirik lagu "Indonesia Raya" yang dianggap dapat memicu pemberontakan.
Mereka kemudian menyita seluruh rekaman lagu versi keroncong dan melarang lagu tersebut dinyanyikan di depan umum.
Baca Juga: PSMTI Anugerahkan Award Kepada Pendiri dan Pengurus Selama 25 Tahun di Rakernas
WR Supratman sendiri diinterogasi dan terus diburu oleh polisi rahasia Belanda. Meskipun dalam kondisi sakit, ia tetap gigih menciptakan lagu-lagu perjuangan lainnya.
Penetapan sebagai Lagu Kebangsaan
Setelah Indonesia merdeka, lagu "Indonesia Raya" resmi ditetapkan sebagai lagu kebangsaan.
Pada tanggal 17 Agustus 1945, lagu ini dikumandangkan pada Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca Juga: Utang Kereta Cepat Whoosh Rp120 Triliun, Pemerintah Pilih Restrukturisasi Tak Sentuh APBN
Aransemen orkestra lagu ini kemudian disusun oleh komposer Belanda, Jos Cleber, atas permintaan Kepala Studio RRI Jakarta, Yusuf Ronodipuro. Versi inilah yang hingga kini kita kenal dan gunakan.
Legasi WR Supratman dan Hari Musik Nasional
WR Supratman wafat pada tanggal 17 Agustus 1938, tepat tujuh tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan.
Untuk menghormati jasa penciptanya, tanggal 9 Maret, yang merupakan hari lahir WR Supratman, ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional.
Baca Juga: Buronan Wanaartha Life Diduga Punya Rumah Rp70 Miliar di Kawasan Mewah Beverly Hills AS
Melalui lagu "Indonesia Raya", kita diingatkan akan semangat perjuangan dan persatuan bangsa Indonesia.
Dengan sejarah yang panjang dan penuh perjuangan, lagu "Indonesia Raya" tidak hanya menjadi simbol kebanggaan nasional.
Tetapi juga pengingat akan pentingnya persatuan dan semangat juang dalam meraih kemerdekaan.****
Artikel Terkait
Buronan Wanaartha Life Diduga Punya Rumah Rp70 Miliar di Kawasan Mewah Beverly Hills AS
PSMTI Anugerahkan Award Kepada Pendiri dan Pengurus Selama 25 Tahun di Rakernas
HUT Ke-27 PSMTI: 38 Tokoh Diganjar Penghargaan Pengabdian Panjang di Rakernas XXI PSMTI
97 Tahun Sumpah Pemuda: Dari Kongres Pemuda II Hingga Peringatan Nasional
Pendapatan Bunga BTN Tembus hingga Capai Rp26,58 Triliun, Laba Bersih Ikut Melonjak
BBTN Catat Kenaikan Laba Sebesar Dua Digit, Aset Sentuh hingga Rp510,85 Triliun
Utang Kereta Cepat Whoosh Rp120 Triliun, Pemerintah Pilih Restrukturisasi Tak Sentuh APBN
TGUK Alihkan Rp42,9 Miliar Untuk Ekspansi Bisnis Daging Beku dan Makanan Olahan
Tensi Perdagangan AS–Tiongkok Turun 25 Persen Setelah Dialog di Kuala Lumpur Malaysia
Sejarah Lengkap Indonesia Raya: Dari Biola WR Supratman Hingga Lagu Kebangsaan