NEWS SUMMARY
- Ignasius Jonan bertemu Presiden Prabowo selama dua jam di Istana, membahas program pemerintahan tanpa menyinggung proyek Whoosh.
- Mantan Dirut KAI itu menegaskan tidak diminta masukan soal Whoosh dan menyebut proyek berjalan baik secara operasional.
- Jonan menyatakan kesiapannya membantu pemerintahan jika ditugaskan, meski belum ada tawaran resmi dari Presiden Prabowo.
24JAMNEWS.COM - Mengapa Presiden Prabowo memanggil Ignasius Jonan ke Istana di tengah polemik proyek Whoosh yang memanas? Adakah sinyal politik di balik pertemuan dua jam tersebut?
Presiden Prabowo Subianto memanggil mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Ignasius Jonan, ke Istana Kepresidenan pada Senin malam, 3 November 2025.
Di tengah sorotan publik terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung (Whoosh).
Baca Juga: Harga Beras Turun di 23 Provinsi, Badan Pusat Statistik Catat Deflasi Dua Bulan Beruntun
Pertemuan berlangsung selama kurang lebih dua jam, namun Jonan memastikan tidak ada pembahasan mengenai Whoosh dalam pertemuan tersebut.
“Saya terima kasih sekali, kami minta waktu untuk sharing sebagai rakyat, sebagai warga negara, untuk berdiskusi tentang program-program yang dijalankan oleh beliau,” ujar Jonan kepada media di Istana Kepresidenan.
Jonan Tegaskan Tidak Dimintai Masukan Soal Whoosh
Menjawab pertanyaan soal proyek Whoosh yang kini menjadi perbincangan nasional, Jonan menegaskan tidak dimintai masukan oleh Presiden.
Baca Juga: Market Cap BEI Turun 2,47 Persen Jadi Rp14.857 Triliun, Indeks Harga Saham Ditutup 8.163
“Enggak, saya nggak diminta masukan soal itu. Enggak ada, saya udah pensiun, saya nggak menyampaikan pendapat,” katanya.
Ia menilai Presiden Prabowo memiliki kebijakan tersendiri dalam menangani persoalan Whoosh, yang menurutnya saat ini berjalan baik secara operasional.
Respons Jonan Terkait Tawaran Masuk Kabinet
Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya kembali ditugaskan dalam pemerintahan, Jonan menyampaikan kesiapannya jika diminta untuk membantu.
Baca Juga: BEI dan S&P Dow Jones Luncurkan 3 Indeks Baru untuk Perkuat Pasar Modal Indonesia
“Ya itu saya kira setiap warga negara ya. Kalau ditugaskan, selama saya bisa pasti mau sih,” ucap mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu.
Artikel Terkait
Market Cap BEI Turun 2,47 Persen Jadi Rp14.857 Triliun, Indeks Harga Saham Ditutup 8.163
Harga Batu Bara Turun Sebanyak 18 Persen, Namun Bumi Resources Tetap Kantongi Laba Positif
Pasar Kripto Konsolidasi Usai Keputusan The Fed dan Pertemuan Donald Trump - Xi Jinping
Hasto Ungkap Megawati Sudah Ingatkan Jokowi Soal Prioritas Rakyat Sebelum Whoosh Dimulai
Dua Korporasi Tambah Emisi Sebesar Rp4 Triliun, BEI Bukukan 151 Obligasi dan Sukuk
Proyek IKN Disebut Tanpa Dasar Hukum Daerah, Anthony Budiawan Soroti Masalah Otorita
KPK Tangkap Gubernur Riau Abdul Wahid, Menjadi Operasi Tangkap Tangan Keenam Sepanjang 2025
BEI dan S&P Dow Jones Luncurkan 3 Indeks Baru untuk Perkuat Pasar Modal Indonesia
Harga Beras Turun di 23 Provinsi, Badan Pusat Statistik Catat Deflasi Dua Bulan Beruntun
Ignasius Jonan Bertemu Presiden Prabowo Subianto Selama 2 Jam di Istana, Tak Bahas Whoosh