Pro Kontra Wajar dalam Negara Demokrasi
Menanggapi adanya pro-kontra terhadap nama Soeharto, Jokowi menyebut hal itu lumrah.
“Iya, biasa. Dalam negara demokrasi ada pro-kontra, ada yang setuju, ada yang tidak setuju,” kata dia.
Baca Juga: BPS: Sebanyak 7,46 Juta Pengangguran di Agustus 2025, Turun 4.092 Orang dari Tahun Lalu
Perbedaan pendapat seperti ini adalah tanda masyarakat yang kritis dan terbuka.
Filosofi Mikul Duwur Mendhem Jero Dapat Dukungan
Jokowi juga menilai filosofi Jawa Mikul Duwur Mendhem Jero sebagai nilai luhur bangsa yang mengajarkan penghormatan kepada pemimpin terdahulu.
“Sangat baik,” jawab Jokowi singkat.
Baca Juga: BPS: Sebanyak 7,46 Juta Pengangguran di Agustus 2025, Turun 4.092 Orang dari Tahun Lalu
Filosofi ini sering dipahami sebagai ajaran untuk menjunjung tinggi jasa pemimpin tanpa mengabaikan catatan sejarah.
Daftar Tokoh yang Masuk Usulan Tahun 2025
Selain Soeharto dan Gus Dur, terdapat nama lain seperti Syaikhona Kholil (Madura), KH Bisri Syansuri, M. Jusuf, Ali Sadikin, dan aktivis perempuan Marsinah.
Kementerian Sosial memastikan seleksi dilakukan secara ketat oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP).
Baca Juga: Wali Kota Termuda New York, Zohran Mamdani Balas Sindiran Presiden Trump Lewat Pidato
Menurut situs resmi Kemensos.go.id, hasil penilaian akhir akan diumumkan menjelang Hari Pahlawan.**