• Sabtu, 18 April 2026

Pasca IPO, FORE Bukukan Penjualan Rp1,04 Triliun dan Laba Rp60,11 Miliar

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 19:00 WIB
Gerai FORE di Jakarta, simbol pertumbuhan pesat kopi lokal di tengah persaingan ketat. (Dok. fore.coffee)
Gerai FORE di Jakarta, simbol pertumbuhan pesat kopi lokal di tengah persaingan ketat. (Dok. fore.coffee)

Dampak IPO Mendorong Kenaikan Kas dan Ekuitas Korporasi

Salah satu faktor utama di balik lonjakan kinerja keuangan FORE adalah keberhasilan penawaran umum perdana saham (IPO).

IPO dilakukan pada 8–10 April 2025, dengan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 14 April 2025.

Baca Juga: Sri Mulyani Rancang, Purbaya Tunda: Pajak Marketplace Baru Jalan Saat Ekonomi 6 Persen

Tjhong Pie Chen menjelaskan, lonjakan kas dan bank hingga 422,61 persen menjadi Rp329,4 miliar terutama disebabkan oleh penerimaan dana hasil IPO tersebut.

“Peningkatan dana kas ini memperkuat likuiditas korporasi dan membuka ruang bagi ekspansi lanjutan,” ujarnya.

Per 30 September 2025, total aset FORE mencapai Rp1,05 triliun atau naik 64,6 persen dibandingkan akhir 2024, sementara ekuitas melonjak 157,38 persen menjadi Rp651,47 miliar.

Baca Juga: Partai Gerindra di Posisi Teratas Survei IPO, Publik Nilai Kepemimpinan Prabowo Efektif

Struktur keuangan yang semakin kuat menandai kemandirian finansial dan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang FORE.

Arah Strategis FORE Dalam Membangun Keberlanjutan Bisnis Kopi

Kinerja solid FORE tidak hanya menggambarkan keberhasilan finansial, tetapi juga menunjukkan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap merek kopi lokal.

Dengan modal yang lebih besar pasca-IPO, korporasi berpotensi memperluas investasi pada digitalisasi layanan, pengembangan menu berbasis tren konsumen, dan peningkatan pengalaman pelanggan di seluruh gerai.

Baca Juga: Utang KCIC Alami Pembengkakan Menjadi Sebesar 7,5 Miliar USD, Pemerintah Cari Jalan Tanpa APBN

Industri kopi nasional sendiri tengah berkembang pesat, didorong oleh perubahan gaya hidup urban dan meningkatnya konsumsi minuman berbasis kopi.

Dalam konteks tersebut, FORE berpeluang besar menjadi salah satu pemain utama dalam memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar domestik maupun regional.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X