NEWS SUMMARY:
- TGUK diversifikasi usaha ke sektor frozen meat dan food processing.
- Dana awal ekspansi berasal dari pengembalian dana IPO sebesar Rp42,9 miliar.
- Industri makanan beku Indonesia tumbuh dengan CAGR 6,31% hingga 2033.
24JAMNEWS.COM - Apakah langkah korporasi minuman bisa sukses menembus industri pangan beku yang ketat persaingannya?
Pertanyaan ini muncul ketika PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), emiten di balik merek minuman TEGUK, resmi mengumumkan rencana diversifikasi ke bisnis daging beku (frozen meat) dan makanan olahan (food processing).
Langkah TGUK menambah lini bisnis dilakukan sebagai bagian dari strategi korporasi untuk memperkuat rantai pasok dan memperluas portofolio usaha di sektor makanan olahan.
Baca Juga: BBTN Catat Kenaikan Laba Sebesar Dua Digit, Aset Sentuh hingga Rp510,85 Triliun
Direktur Utama TGUK, Maulana Hakim, dalam keterbukaan informasi pada Jumat, 24 Oktober 2025, menyampaikan informasi ini.
Korporasi TGUK berencana menambahkan kegiatan usaha di bidang frozen meat dan food processing sebagai bentuk diversifikasi bisnis jangka panjang.
Menurut Maulana, keputusan ini didorong oleh pertumbuhan industri makanan beku yang terus meningkat di Indonesia serta peluang besar di sektor pengolahan protein hewani yang belum tergarap optimal.
Baca Juga: PSMTI Anugerahkan Award Kepada Pendiri dan Pengurus Selama 25 Tahun di Rakernas
Pendanaan Awal dari Pengembalian Dana IPO
Untuk memulai langkah ekspansi, TGUK akan menggunakan hasil pengembalian dana sebesar Rp42,9 miliar yang semula dialokasikan bagi pengembangan gerai.
Dana tersebut merupakan bagian dari total perolehan initial public offering (IPO) senilai Rp110 miliar.
“Perseroan berencana untuk menggunakan hasil pengembalian dana sebesar Rp42,9 miliar yang semula dialokasikan untuk rencana pengembangan gerai milik perseroan,” ujar Maulana Hakim.
Baca Juga: Utang Kereta Cepat Whoosh Rp120 Triliun, Pemerintah Pilih Restrukturisasi Tak Sentuh APBN
Dana ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja awal bagi pelaksanaan bisnis frozen meat dan food processing yang mulai dijalankan melalui skema maklon pada November 2025.
Artikel Terkait
Mahfud MD: Tiongkok Untung dari Whoosh, Indonesia Masih Bayar Bunga Rp2 Triliun
Buronan Wanaartha Life Diduga Punya Rumah Rp70 Miliar di Kawasan Mewah Beverly Hills AS
PSMTI Anugerahkan Award Kepada Pendiri dan Pengurus Selama 25 Tahun di Rakernas
Fakta Terbaru KTP WNA Israel Aron Geller Palsu, NIK Tidak Tercatat di Kabupaten Cianjur
28 Oktober 1928: 3 Pokok Penting Sumpah Pemuda yang Satukan Bangsa Indonesia
97 Tahun Sumpah Pemuda: Dari Kongres Pemuda II Hingga Peringatan Nasional
Pendapatan Bunga BTN Tembus hingga Capai Rp26,58 Triliun, Laba Bersih Ikut Melonjak
BBTN Catat Kenaikan Laba Sebesar Dua Digit, Aset Sentuh hingga Rp510,85 Triliun
Utang Kereta Cepat Whoosh Rp120 Triliun, Pemerintah Pilih Restrukturisasi Tak Sentuh APBN
TGUK Alihkan Rp42,9 Miliar Untuk Ekspansi Bisnis Daging Beku dan Makanan Olahan