• Sabtu, 18 April 2026

Mahfud MD: Tiongkok Untung dari Whoosh, Indonesia Masih Bayar Bunga Rp2 Triliun

Photo Author
Banny Rachman, 24jamnews.com
- Minggu, 26 Oktober 2025 | 18:33 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan rutin di jalur kereta cepat Whoosh, proyek kerja sama Indonesia–Tiongkok. (Instagram.ccom @mohmahfudmd)
Petugas melakukan pemeriksaan rutin di jalur kereta cepat Whoosh, proyek kerja sama Indonesia–Tiongkok. (Instagram.ccom @mohmahfudmd)

NEWS SUMMARY:

  • Pemerintah siapkan restrukturisasi tenor utang hingga 40 tahun.
  • Utang proyek KCIC tembus Rp116 triliun, bunga Rp2 triliun sudah dibayar.
  • Posisi penting diisi pihak Tiongkok, tenaga kerja lokal belum dominan.

24JAMNEWS.COM - Apakah proyek kebanggaan Indonesia, Kereta Cepat Whoosh, benar-benar menjadi simbol kemandirian bangsa.

Atau justru menunjukkan dominasi korporasi Tiongkok di balik layar?

Pertanyaan ini kini mengemuka di tengah sorotan publik terhadap kondisi finansial dan struktur tenaga kerja proyek tersebut.

Baca Juga: Truk Aqua Disebut ODOL, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ancam Tak Perpanjang Izin Air Tanah

Polemik proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCIC) mencuat kembali setelah pengakuan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Bahwa pembayaran bunga utang proyek mencapai Rp2 triliun, sementara pemasukan tiket baru sekitar Rp5 triliun.

Kondisi ini diperparah dengan total utang yang kini menembus Rp116 triliun.

Baca Juga: Benarkah Bangun Pagi Bikin Kaya? Data Tunjukkan Ada Korelasi, Bukan Kepastian

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menutup beban tersebut.

“Negara tidak boleh terus-menerus menanggung beban proyek yang tidak efisien,” tegasnya dalam keterangan resmi pekan lalu.

Mahfud MD Ungkap Struktur Saham dan Jabatan Strategis

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Mahfud MD Official pada Jumat, 24 Oktober 2025, Mahfud MD mengungkapkan bahwa proyek KCIC memiliki porsi saham 60 persen milik Indonesia dan 40 persen milik Tiongkok.

Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Pastikan Dana Pemerintah Daerah Tidak Mengendap di Perbankan

Namun, ia menyoroti bahwa posisi strategis di korporasi justru didominasi pihak Tiongkok.

“Pejabat strategisnya didominasi oleh pihak Tiongkok seperti presiden komisaris, direktur keuangan, dan direktur tekniknya,” ujar Mahfud MD.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X