NEWS SUMMARY:
- Pemerintah siapkan restrukturisasi tenor utang hingga 40 tahun.
- Utang proyek KCIC tembus Rp116 triliun, bunga Rp2 triliun sudah dibayar.
- Posisi penting diisi pihak Tiongkok, tenaga kerja lokal belum dominan.
24JAMNEWS.COM - Apakah proyek kebanggaan Indonesia, Kereta Cepat Whoosh, benar-benar menjadi simbol kemandirian bangsa.
Atau justru menunjukkan dominasi korporasi Tiongkok di balik layar?
Pertanyaan ini kini mengemuka di tengah sorotan publik terhadap kondisi finansial dan struktur tenaga kerja proyek tersebut.
Baca Juga: Truk Aqua Disebut ODOL, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ancam Tak Perpanjang Izin Air Tanah
Polemik proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCIC) mencuat kembali setelah pengakuan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Bahwa pembayaran bunga utang proyek mencapai Rp2 triliun, sementara pemasukan tiket baru sekitar Rp5 triliun.
Kondisi ini diperparah dengan total utang yang kini menembus Rp116 triliun.
Baca Juga: Benarkah Bangun Pagi Bikin Kaya? Data Tunjukkan Ada Korelasi, Bukan Kepastian
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menutup beban tersebut.
“Negara tidak boleh terus-menerus menanggung beban proyek yang tidak efisien,” tegasnya dalam keterangan resmi pekan lalu.
Mahfud MD Ungkap Struktur Saham dan Jabatan Strategis
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Mahfud MD Official pada Jumat, 24 Oktober 2025, Mahfud MD mengungkapkan bahwa proyek KCIC memiliki porsi saham 60 persen milik Indonesia dan 40 persen milik Tiongkok.
Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Pastikan Dana Pemerintah Daerah Tidak Mengendap di Perbankan
Namun, ia menyoroti bahwa posisi strategis di korporasi justru didominasi pihak Tiongkok.
“Pejabat strategisnya didominasi oleh pihak Tiongkok seperti presiden komisaris, direktur keuangan, dan direktur tekniknya,” ujar Mahfud MD.
Artikel Terkait
Perbedaan Data Bank Indonesia dan Kemendagri Soal Dana Pemda di Perbankan Picu Polemik
Pasca IPO, FORE Bukukan Penjualan Rp1,04 Triliun dan Laba Rp60,11 Miliar
Paparan Cs-137 di Sukatani Bekasi Sentuh 10 Mikrosievert per Jam, Tim Turun Tangan
Truk Aqua Disebut ODOL, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ancam Tak Perpanjang Izin Air Tanah
Dampak Truk ODOL Aqua: Jalan Cepat Rusak, Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Sanksi Tegas
Riset: Bangun Pagi Tingkatkan Potensi Penghasilan Hingga 4 Persen Menurut Studi Global
Benarkah Bangun Pagi Bikin Kaya? Data Tunjukkan Ada Korelasi, Bukan Kepastian
Mendagri Tito Karnavian Pastikan Dana Pemerintah Daerah Tidak Mengendap di Perbankan
Menko AHY Tekankan Sinergi Nasional di Rakernas XXI PSMTI untuk Indonesia Emas 2045
KCIC Jadi Polemik, Mahfud MD Beberkan Ketimpangan Struktur Tenaga Kerja