• Sabtu, 18 April 2026

Kuartal III 2025, TBIG Catat Laba Sebesar Rp1,14 Triliun di Tengah Tekanan Global

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 16:00 WIB
Menara telekomunikasi TBIG menjadi simbol pertumbuhan pendapatan meski laba bersih turun. (Dok. Tower-bersama.com)
Menara telekomunikasi TBIG menjadi simbol pertumbuhan pendapatan meski laba bersih turun. (Dok. Tower-bersama.com)

NEWS SUMMARY:

  • TBIG bukukan laba bersih Rp1,14 triliun, turun dari tahun lalu.
  • Struktur modal menguat dengan kenaikan ekuitas jadi Rp10,70 triliun.
  • Likuiditas masih sehat meski kas turun menjadi Rp835 miliar.

24JAMNEWS.COM - Di tengah gejolak ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih, bagaimana PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mampu menjaga stabilitas kinerja meski laba bersihnya sedikit terkoreksi pada kuartal III 2025?

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) melaporkan laba bersih periode berjalan sebesar Rp1,14 triliun pada laporan keuangan interim per 30 September 2025.

Angka ini turun tipis dibandingkan Rp1,20 triliun yang dicatat pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Sugiono, AHY, Teddy, dan Gibran: Empat Arah Suksesi Presiden Prabowo Subianto

Meski demikian, pendapatan korporasi justru mengalami peningkatan dari Rp5,12 triliun menjadi Rp5,16 triliun, mencerminkan pertumbuhan yang stabil di tengah tekanan global.

Pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan TBIG menjaga kinerja operasionalnya di sektor infrastruktur telekomunikasi yang terus berkembang.

Menurut laporan yang dirilis, penurunan laba bersih terutama dipengaruhi oleh perubahan pada komponen beban keuangan dan faktor eksternal yang memengaruhi biaya operasional.

Baca Juga: Tiga Anggota MIND ID Raih Subroto Award 2025, Bukti Nyata Pemberdayaan Berkelanjutan

Penguatan Struktur Modal dan Penurunan Liabilitas Jangka Pendek

Salah satu indikator positif dari laporan keuangan TBIG adalah pengurangan signifikan pada liabilitas jangka pendek.

Korporasi berhasil menurunkan total liabilitas jangka pendek menjadi Rp16,80 triliun per September 2025, dari Rp23,30 triliun pada 31 Desember 2024.

Langkah ini dinilai sebagai strategi konservatif TBIG untuk menjaga stabilitas keuangan dan memperkuat struktur permodalan di tengah dinamika pasar yang tidak pasti.

Baca Juga: Pendapatan Elnusa Naik Sebesar 9 Persen Menjadi Rp10,5 Triliun, Tapi Laba Bersihnya Turun

Total ekuitas korporasi juga meningkat menjadi Rp10,70 triliun, naik dari posisi Rp10,56 triliun pada akhir tahun lalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X