Kriminalisasi Warga Penolak Tambang
Dalam laporan, disebut bahwa 27 warga Maba Sangaji ditangkap saat aksi damai menolak tambang, dan 11 di antaranya menjadi tersangka.
Baca Juga: Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 4,75 Persen, Peluang Penurunan Tetap Terbuka
Amnesty International menyerukan pembebasan tanpa syarat atas warga adat tersebut.
Ia menilai penangkapan sebagai upaya membungkam kritik atas kebijakan ekstraktif yang merusak ruang hidup adat.
Kolusi Pejabat dan Pemimpin Daerah
JATAM juga mengungkap konflik kepentingan dalam laporan terpisah soal Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.
Baca Juga: Gubernur Maluku Utara: Pernyataan Sherly Tjoanda Soal Kontroversi Morotai dan Tekanan Publik
Sherly disebut memiliki saham di beberapa korporasi tambang sebelum menjabat.
Menurut laporan, jaringan bisnis keluarga Tjoanda tersebar luas di sektor nikel, emas, dan pasir besi, memperkuat kekhawatiran akan oligarki politik-ekonomi ekstraktif.
Evaluasi Pengawasan Negara yang Lemah
Menurut JATAM, negara gagal menjalankan fungsi pengawasan: audit lingkungan sering tidak dijalankan.
Baca Juga: Mampukah Menkeu Purbaya Membuktikan Kinerja Menteri Keuangan di Tengah Tekanan Pasar?
Amdal tidak dievaluasi, dan izin terus diterbitkan tanpa transparansi.
“Keterlibatan negara hanya sebagai entitas pembersih kloset bagi korporasi,” kata Juru Kampanye JATAM, Alfarhat Kasman.
Seruan Untuk Reformasi
JATAM mendesak agar pemerintah pusat dan daerah mengevaluasi semua izin korporasi nikel.
Baca Juga: Yordania Tawarkan Proyek 1,3 Miliar Dolar AS ke Danantara, Mulai dari Gas hingga Jalan Tol
Juga menghentikan praktik kriminalisasi warga adat, serta memperkuat perlindungan sosial-ekologis.
Artikel Terkait
Laporan JATAM: Lima Korporasi Tambang dan Risiko Konflik Kepentingan Pengawasan Daerah
Benarkah Condet Kampung Terakhir Jakarta? Data Penggunaan Lahan dan Sejarah Betawi Ungkap Realitas
Penawaran Investasi 1,3 Miliar Dolar AS Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia dan Yordania
Dari Podcast ke Polemik: Ucapan Gubernur Sherly Tjoanda y ang Memicu Reaksi Soal Kondisi Morotai
Sidang Perdana Cerai Marissa Anita: Gugatan 12 November, Mediasi 30 Hari Jadi Penentu Lanjutan
Gubernur Bank Indonesia Sebut Inflasi Terkendali, BI Rate Bisa Turun Jika Kondisi Mendukung
Bank Indonesia Fokus Stabilitas Rupiah, Namun Ruang Penurunan Bank Indonesia Rate Ada
Dengan Akuisisi Emway, BABY Tambah Portofolio 10+ Merek Mainan Global, Perluas Ekosistem Omnichannel
Harga Bitcoin Sentuh 89.000 Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga The Fed dan Arah Likuiditas Global
Bitcoin Turun ke Level Terendah 7 Bulan, Arus Keluar ETF 800 Juta Dolar ASPer Hari Dorong Tekanan Jual