NEWS SUMMARY:
- Pemerintah menyegel 40,4 ton beras ilegal di Batam saat stok nasional berada pada level tertinggi dalam sejarah.
- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan ancaman beras ilegal terhadap psikologi dan stabilitas ekonomi 115 juta petani.
- Produksi nasional 34,7 juta ton dan stok Bulog 3,8 juta ton membuat impor ilegal dipandang tidak diperlukan dan merusak pasar.
24JAMNEWS.COM - Mengapa beras ilegal terus berusaha masuk ketika stok nsional sedang berada pada level teraman dalam sejarah?
Apa ancaman psikologisnya bagu jutaan petani yang sedang Bersemangat neningkatkan produksi?
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyegel 40,4 ton beras ilegal di Batam pada Senin malam 24 November 2025 setelah laporan publik masuk melalui kanal Lapor Pak Amran.
Baca Juga: Penguatan Diplomasi: Mengapa RI Tambah Wakil Dubes di Beijing di Tengah Lonjakan Investasi Tiongkok
Penindakan Cepat Pemerintah dalam Mengamankan Stabilitas Pangan Nasional
Aparat gabungan menghentikan kapal sebelum bersandar penuh di Pelabuhan Tanjung Sengkuang setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memerintahkan langkah cepat usai menerima laporan.
Barang ilegal yang disita mencakup beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, susu, parfum, mie impor, dan produk frozen food dalam volume besar.
Lima anak buah kapal sedang diperiksa aparat sementara seluruh muatan ilegal disegel untuk menunggu proses hukum berikutnya oleh pihak berwenang.
Baca Juga: Wacana Redenominasi: 10 Tahun Mandek, Ekonom Sebut Tidak Ada Urgensi Kebijakan Mata Uang Baru
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal jumlah komoditas tetapi terkait dampak psikologis terhadap 115 juta petani.
Dampak Serius Terhadap Mental Petani yang Sedang Meningkat Produksinya
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa masuknya beras ilegal dapat menjatuhkan semangat petani yang tengah berada pada puncak produksi nasional.
Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menerbitkan 19 deregulasi mulai dari penurunan harga pupuk hingga peningkatan subsidi dua kali lipat untuk mendukung produksi petani.
Baca Juga: Dana Pemda Rp203 Triliun Mengendap, Prabowo Minta Penjelasan soal Serapan Anggaran 2025
Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, munculnya beras impor ketika petani sedang menanam dapat merusak harga dan mental sehingga pemerintah harus hadir secara tegas.
Artikel Terkait
DPR Ingatkan Kebutuhan 2,9 Juta Ton Kedelai per Tahun dan Minta Kementan Segera Tekan Impor
Produksi 300 Ribu Ton vs Kebutuhan 2,9 Juta Ton, DPR Desak Kementan Siapkan Produksi Kedelai
Mahfud MD Ungkap 5 Tanda Demokrasi Mulai Menyimpang dan Korupsi Kian Menggurita Pasca Reformasi
Demokrasi Indonesia Diuji: Data Korupsi Triliunan dan Penguatan Prosedur Tanpa Substansi Menurut Mahfud MD
Pemerintah Siapkan Denda Berat dan Blacklist Seumur Hidup Bagi Importir Baju Bekas Ilegal
Ancaman Industri Garmen: Ekonom Beberkan Dampak Dumping Pakaian Bekas di Indonesia
Serapan Belanja Baru 68 Persen, Dana Pemda Rp203 Triliun Jadi Sorotan Presiden Prabowo
Nilai Tukar Rp16.000 dan Inflasi Stabil: Ekonom Menilai Redenominasi 2025 Tak Mendesak
Lonjakan 2 Arah: Arus Investasi dan Perdagangan RI–Tiongkok Dorong Penambahan Wakil Dubes di Beijing
Produksi 34,7 Juta Ton: Mengapa Beras Ilegal Tetap Masuk dan Mengancam Stabilitas Petani?