NEWS SUMMARY:
- Forum CEO Kompas100 2025 merumuskan empat pilar strategi ketahanan ekonomi Indonesia di tengah gejolak global dan perlambatan ekonomi dunia.
- Hiilirisasi, investasi digital, SDM unggul, serta swasembada energi menjadi rekomendasi kunci untuk memperkuat daya saing menuju Indonesia Emas 2045.
- Forum mempertemukan pemerintah, CEO, dan akademisi untuk menyatukan visi kebijakan berbasis data, teknologi, dan keberlanjutan nasional.
24JAMNEWS.COM - Bisakah energi terbarukan membawa Indonesia bebas dari krisis energi dan jebakan impor?
Transisi ke energi terbarukan (EBT) dan swasembada energi menjadi pilar utama ketahanan nasional.
Penegasan itu disampaikan dalam upaya menghadapi gejolak global dan menekan ketergantungan energi impor, sebagaimana terungkap dalam 16th Kompas100 CEO Forum 2025.
Baca Juga: Temuan Anomali Bandara IMIP: Menhan Soroti Absennya Aparat Negara di Fasilitas Strategis
Forum yang digagas oleh korporasi media utama dan didukung oleh PT PLN (Persero) ini menyatukan pemangku kepentingan dari pemerintah, dunia usaha, hingga akademisi untuk merumuskan strategi jangka panjang.
Pillar Energi Hijau Jadi Pondasi Ketahanan
Salah satu pilar utama forum adalah “Swasembada Energi & Keberlanjutan” yang menekankan peralihan sistem kelistrikan nasional ke energi bersih.
Serta pemanfaatan sumber daya terbarukan secara optimal.
Baca Juga: Prabowo Targetkan 1 MW PLTS per Desa, Pemerintah Percepat Eksekusi dan Penertiban Tambang Ilegal
Pada sesi forum, EVP Pengembangan Produk Niaga PLN, Ririn Rachmawardini, menegaskan bahwa infrastruktur energi yang andal dan berkelanjutan harus tersedia untuk mendukung industrialisasi berbasis hilirisasi dan transformasi digital.
Hilirisasi dan Digitalisasi Dukung Transisi Hijau
Forum ini juga menekankan pentingnya sinergi antara hilirisasi sumber daya alam, pengembangan industri.
Dan transformasi digital sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional.
Baca Juga: Prabowo Targetkan 1 MW PLTS per Desa, Pemerintah Percepat Eksekusi dan Penertiban Tambang Ilegal
Menurut korporasi energi negara, proses hilirisasi hanya efektif apabila didukung oleh sistem kelistrikan hijau dan pasokan EBT yang stabil.
Potensi WTE dan Energi Terbarukan Untuk Masa Depan
Dalam sesi khusus forum, dibahas pula strategi pengembangan proyek Waste-to-Energy (WTE) sebagai bagian dari energi hijau dan pengelolaan limbah kota.
Artikel Terkait
Kematian Orangutan Picu Penangkapan 12 Penambang Emas Ilegal di Kawasan TN Tanjung Puting
Data Baru: Bandara IMIP Beroperasi Sejak 2019 Tanpa Perangkat Negara, Apa Dampaknya?
Menhan Temukan Anomali Bandara Industri: 3 Instrumen Negara Tidak Hadir Sejak 2019
Strategi 3 Sektor Industri: Cara Pemerintah Menahan Dampak Overcapacity Tiongkok
Proyeksi 15 Tahun Jadi Acuan: Pemerintah Susun Data Pembayaran Utang Whoosh untuk Negosiasi
5 Fakta Pemecatan Gus Yahya oleh Syuriyah PBNU yang Memicu Gejolak Internal Nahdlatul Ulama
Setelah 72 Jam Ultimatum, Syuriyah PBNU Resmi Copot Gus Yahya: Ini Dasar Keputusan dan Dampaknya
80 Ribu Desa Disiapkan PLTS 1 MW, Prabowo Tegaskan Penertiban Tambang Tanpa IPPKH Secara Terpadu
1–1,5 MW PLTS per Desa: Bahlil Laporkan Tahap Akhir Teknis, Prabowo Minta Tindak Tambang Ilegal
Menhan Bongkar Operasi Bandara Tanpa Imigrasi dan Bea Cukai: 3 Risiko Besar Kedaulatan Ekonomi