NEWS SUMMARY:
- Wilianto Tanta: Pengabdian mereka adalah warisan nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
- PSMTI rayakan HUT ke-27 dengan penghargaan bagi pendiri dan pengurus setia.
- 11 pendiri dan 27 pengurus menerima penghargaan atas dedikasi sosial sejak 1998.
24JAMNEWS.COM - Di tengah perubahan zaman yang cepat, masih ada sosok-sosok yang memilih bertahan dan mengabdi tanpa pamrih demi nilai kebersamaan dan kemanusiaan.
Hal itulah yang tampak dalam perayaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XXI dan HUT ke-XXVII Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) pada 24 Oktober 2025.
Organisasi ini memberikan penghargaan khusus kepada para pendiri dan pengurus yang telah mengabdi lebih dari dua dekade.
Baca Juga: Kasus Wanaartha Life: Evelina Diduga Hidup di Beverly Hills, Nasabah Rugi Rp12,7 Triliun
PSMTI Apresiasi Pengabdian Tokoh yang Setia Selama Dua Dekade
Dalam momentum bersejarah di Kota Batu, Jawa Timur, PSMTI memberikan penghargaan bagi 38 tokoh yang terdiri atas para pendiri sejak 1998 dan pengurus yang telah mengabdi selama lebih dari 20 tahun.
Ketua Umum PSMTI, Wilianto Tanta, menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk penghormatan atas dedikasi yang telah membentuk jati diri organisasi sosial tersebut.
“Para pendiri dan pengurus senior inilah yang menjadi pondasi kuat berdirinya PSMTI hingga seperti sekarang."
Baca Juga: KCJB Sudah Layani 11,71 Juta Penumpang, Tiongkok dan RI Bahas Restrukturisasi Utang
"Mereka berjuang bukan hanya untuk komunitas Tionghoa, tapi juga untuk kebangsaan dan kemanusiaan,” ujar Wilianto Tanta, Ketua Umum PSMTI.
Acara ini menjadi bagian penting dari upaya organisasi dalam menjaga nilai-nilai solidaritas, kebangsaan, dan pengabdian lintas generasi.
Penghargaan Tertinggi Diberikan Kepada Pendiri PSMTI Tahun 1998
Sebagai bentuk penghargaan tertinggi, PSMTI menganugerahkan Award bagi Pendiri Tahun 1998 kepada 11 tokoh perintis yang berperan besar dalam mendirikan organisasi di masa awal reformasi.
Baca Juga: Mahfud MD Ungkap Data KCIC: 24 Ribu Tenaga Lokal Belum Sepenuhnya Terserap
Mereka adalah Brigjen TNI (Purn) Tedy Jusuf, Dr. (HC) Layto Wijaya, Ernawati Sugondo, Drs. Eddy Sadeli, Kamil Setiadi, Drs. Hendra Suryana, Yenny Thamrin, Ir. Suyapto Tandyawasesa, I.G. Hertanto T. Surya, Teddy Sugianto, dan Budiman.
Kesebelas tokoh tersebut dikenal sebagai pelopor yang membangun PSMTI dari semangat kebersamaan dan perjuangan kesetaraan bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia.