bisnis

59 Persen Patahan Beras Premium dan Pola Harga Gabah: Apa Kata Mentan Amran?

Rabu, 19 November 2025 | 18:00 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan temuan patahan beras premium yang memicu sorotan terhadap praktik Serakahnomic. (Instagram.com @a.amran_sulaiman)

NEWS SUMMARY

  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan praktik Serakahnomic yang mempengaruhi pasokan gabah dan kualitas beras premium di pasar.
  • Pelaku besar disebut menyerap gabah dengan pola harga berjenjang sehingga penggilingan kecil tidak mendapatkan akses bahan baku.
  • Pemerintah menilai reformasi sistem pangan diperlukan agar kualitas beras transparan dan subsidi tepat sasaran.

24JAMNEWS.COM - Mengapa kualitas beras yang disebut premium di pasaran tidak selalu sesuai standar?

Bagaimana praktik bisnis tertentu dapat menekan penggilingan kecil hingga kehilangan akses bahan baku?

Pertanyaan ini mengemuka usai penjelasan Menteri Pertanian dalam sebuah wawancara publik.

Baca Juga: Usai Rilis, Aplikasi TRING Pegadaian Dikritik Pengguna karena Gangguan OTP dan Migrasi Akun

Pola Harga Berbeda yang Dinilai Mematikan Penggilingan Kecil

Pernahkah publik membayangkan bagaimana selisih harga gabah beberapa ratus rupiah dapat mengubah keseimbangan pasokan nasional?

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pola tersebut membuat penggilingan kecil kehilangan bahan baku.

Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian RI mengatakan pelaku besar membeli Gabah Kering Panen sedikit di atas harga pasar sehingga seluruh pasokan terserap ke korporasi.

Baca Juga: Pendanaan 750 Juta Dolar AS Dorong Akuisisi SPBU Esso dan Ekspansi Energi Hilir Chandra Asri

Andi Amran Sulaiman menjelaskan pembelian dengan pola menaikkan harga tipis dimulai dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 lalu dari Rp7.000 menjadi Rp7.500 sehingga pelaku kecil tidak memperoleh gabah.

Andi Amran Sulaiman menegaskan strategi tersebut telah berlangsung lama namun baru saat ini dibongkar pemerintah untuk mengembalikan keberpihakan kepada petani dan pelaku kecil.

Andi Amran Sulaiman menilai praktik itu selaras dengan fenomena yang disebut Presiden sebagai Serakahnomic sehingga dampaknya dirasakan langsung oleh pelaku kecil dalam rantai pasok.

Baca Juga: Redenominasi Rp1000 ke Rp1: Data, Kewenangan BI, dan Dampak Psikologis Jadi Sorotan Publik

Manipulasi Kualitas Beras Premium yang Mencederai Kepercayaan Konsumen

Mengapa beras premium di rak ritel kadang tidak mencerminkan standar kualitas yang seharusnya, karena Menteri Pertanian menemukan patahan jauh melampaui batas kategori premium.

Halaman:

Tags

Terkini