NEWS SUMMARY:
- Penelitian global kaitkan ritme sirkadian dan penghasilan individu.
- CEO dunia mayoritas bangun sebelum pukul 6 pagi untuk produktivitas.
- Faktor kebiasaan dan disiplin lebih berpengaruh dibanding jam bangun.
24JAMNEWS.COM - Apakah benar kebiasaan bangun pagi dapat membuka jalan menuju kekayaan finansial?
Sebuah studi terkini menunjukkan ada korelasi, namun bukan jaminan mutlak.
Kebiasaan “bangun pagi” sering dikaitkan dengan produktivitas yang lebih tinggi dan potensi kesuksesan finansial.
Baca Juga: Perbedaan Data Bank Indonesia dan Kemendagri Soal Dana Pemda di Perbankan Picu Polemik
Misalnya, survei terhadap 510 early risers dan 506 late risers menampilkan bahwa kelompok yang bangun pagi lebih mungkin merasa produktif pada hari tersebut.
Analisis oleh University of Oulu mengungkap bahwa individu yang cenderung aktif di malam hari (“night owls”) memiliki penghasilan rata-rata yang 4% lebih rendah.
Dibanding mereka dengan ritme bangun pagi — meskipun hubungan ini bukanlah sebab-akibat langsung.
Baca Juga: Dampak Truk ODOL Aqua: Jalan Cepat Rusak, Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Sanksi Tegas
Namun, tidak semua orang yang produktif bangun pagi: riset dari University of Westminster menunjukkan.
Bahwa beberapa orang yang bangun sangat pagi memiliki tingkat hormon stres lebih tinggi — artinya, bangun pagi bukan selalu tanda otomatis bagi performa optimal.
Mengapa Bangun Pagi Bisa Menjadi “Katalisator” Kesuksesan Finansial
1. Kebisaan pagi memberi waktu ekstra saat gangguan relatif sedikit — memungkinkan aktivitas seperti merencanakan hari, membaca, atau mengerjakan tugas strategis lebih awal.
Baca Juga: Radiasi Cs-137 di Sukatani Bekasi Capai 20 Kali dari Batas Aman, Warga Dievakuasi
Studi menunjukkan bahwa “early birds” lebih cenderung proaktif.
Artikel Terkait
24 Bulan Tunggakan BPJS Kesehatan Akan Dihapus, Begini Penjelasan Menkeu Purbaya
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Soroti Rp233,97 Triliun Dana Pemda di Bank, BPK Bisa Periksa
Perbedaan Data Bank Indonesia dan Kemendagri Soal Dana Pemda di Perbankan Picu Polemik
Aset FORE Melonjak 64,6 Persen Jadi Rp1,05 Triliun, Laba Bersih Naik 41,94 Persen
Langkah Efisiensi Presiden Prabowo: Harga Pupuk Subsidi Turun, Produksi Petani Naik
Sekda Bekasi Bantah Isu Rp1 Triliun Dana Endapan, Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Dana Pemda Turun Jadi Rp215 Triliun, Mendagri Tito Jelaskan Beda Data dengan Kemenkeu
Tiongkok Klaim KCJB Layani 11,71 Juta Penumpang, RI Tegaskan Utang Tak Bebani APBN
Radiasi Cs-137 di Sukatani Bekasi Capai 20 Kali dari Batas Aman, Warga Dievakuasi
Dampak Truk ODOL Aqua: Jalan Cepat Rusak, Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Sanksi Tegas