NEWS SUMMARY:
- Pemerintah menambah Wakil Dubes RI di Beijing untuk memperkuat diplomasi ekonomi dalam hubungan RI–Tiongkok yang terus berkembang.
- Penunjukan Irene disambut positif pelaku usaha karena dinilai mempercepat investasi, perdagangan, dan koordinasi proyek industri.
- Struktur KBRI diperkuat untuk meningkatkan perlindungan WNI serta respons diplomatik di tengah mobilitas dan kerja sama lintaswilayah yang meningkat.
24JAMNEWS.COM - Mengapa pemerintah menambah posisi Wakil Duta Besar RI di Beijing pada saat hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok terus meningkat?
Sejauh mana langkah ini mampu mempercepat arus investasi, memperluas perdagangan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam dinamika ekonomi kawasan yang semakin kompetitif?
Penunjukan dr Irene sebagai Wakil Dubes RI untuk Tiongkok dipandang sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat diplomasi ekonomi antara kedua negara.
Baca Juga: Wacana Redenominasi: 10 Tahun Mandek, Ekonom Sebut Tidak Ada Urgensi Kebijakan Mata Uang Baru
Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok Garibaldi “Boy” Thohir menilai kehadiran Irene penting karena Tiongkok merupakan mitra strategis Indonesia dalam perdagangan dan investasi.
Ia menjelaskan bahwa Tiongkok menjadi tujuan ekspor utama Indonesia sekaligus sumber investasi besar yang menopang pertumbuhan sektor manufaktur dan energi.
Boy menyampaikan bahwa pelaku usaha siap mendukung pemerintah memperkuat kolaborasi ekonomi melalui kemitraan dagang, pengembangan SDM, dan program sosial ekonomi lintas negara.
Baca Juga: Dana Pemda Rp203 Triliun Mengendap, Prabowo Minta Penjelasan soal Serapan Anggaran 2025
Respons Positif Pelaku Usaha Tiongkok Dorong Optimisme Industri Bilateral
Ketua China Chamber of Commerce in Indonesia Sun Shangbin menilai penunjukan Irene sebagai sinyal positif bagi dunia usaha Tiongkok yang selama ini berinvestasi di Indonesia.
Ia menyebut hubungan ekonomi kedua negara memiliki fondasi kuat melalui investasi dua arah, transfer teknologi, dan peningkatan volume perdagangan barang intermediate.
Sun menyatakan keyakinannya bahwa pengalaman Irene dapat memperkuat pertumbuhan perdagangan dan memperluas jejaring korporasi Tiongkok di Indonesia.
Baca Juga: Mahfud MD Paparkan 30 Tahun Kemerosotan Demokrasi Disertai Lonjakan Korupsi dari Miliar ke Triliunan
Ia menambahkan bahwa CCCI akan tetap berperan sebagai penghubung strategis untuk memastikan komunikasi bisnis berjalan efektif sesuai regulasi Indonesia.
Artikel Terkait
Fatwa Baru MUI Soroti Lonjakan PBB: Pemerintah Diminta Evaluasi Pajak yang Bebani Rumah Tangga
ESDM Akui Ada Perwira Bintang 3: Dampak Putusan MK Mulai Dihitung KemenPANRB dan Mendagri
Kasus 250 Ton Beras Ilegal Sabang, Mentan Tegaskan Dirjen Dapat Dicopot Jika Abaikan Arahan Presiden
DPR Ingatkan Kebutuhan 2,9 Juta Ton Kedelai per Tahun dan Minta Kementan Segera Tekan Impor
Produksi 300 Ribu Ton vs Kebutuhan 2,9 Juta Ton, DPR Desak Kementan Siapkan Produksi Kedelai
Mahfud MD Ungkap 5 Tanda Demokrasi Mulai Menyimpang dan Korupsi Kian Menggurita Pasca Reformasi
Pemerintah Siapkan Denda Berat dan Blacklist Seumur Hidup Bagi Importir Baju Bekas Ilegal
Serapan Belanja Baru 68 Persen, Dana Pemda Rp203 Triliun Jadi Sorotan Presiden Prabowo
Nilai Tukar Rp16.000 dan Inflasi Stabil: Ekonom Menilai Redenominasi 2025 Tak Mendesak
Lonjakan 2 Arah: Arus Investasi dan Perdagangan RI–Tiongkok Dorong Penambahan Wakil Dubes di Beijing