- Danantara masih menegosiasikan rencana akuisisi 25–30% saham Lotte Chemical Indonesia sambil menjalankan uji tuntas investasi.
- Penawaran awal Lotte sebesar 35% saham tengah dikaji karena nilai proyek petrokimia mencapai US$4 miliar.
- Rosan Perkasa Roeslani menegaskan proses akuisisi tidak boleh tergesa untuk menjaga akurasi analisis risiko dan nilai strategis investasi nasional.
24JAMNEWS.COM - Apakah proses akuisisi besar selalu harus cepat, atau justru harus perlahan agar setiap keputusan bernilai strategis bagi masa depan industri?
Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan bahwa negosiasi akuisisi sebagian saham Lotte Chemical Indonesia masih berlangsung secara terstruktur.
Rosan yang kini menjabat CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara menegaskan bahwa pembelian saham membutuhkan kajian menyeluruh.
Baca Juga: Alasan Syuriyah Menegaskan Keputusan Final Pemberhentian Ketum PBNU Gus Yahya
Danantara sedang menargetkan 25 persen hingga 30 persen saham dalam pabrik kimia yang berlokasi di Cilegon.
Proses uji tuntas menjadi bagian wajib sebelum korporasi mengambil keputusan investasi bernilai besar.
Rosan menyebut nilai proyek mencapai sekitar empat miliar dolar Amerika Serikat dari keseluruhan rencana Lotte sebelumnya.
Baca Juga: 6 Kriteria Saham Incaran Danantara Indonesia, Fokus Fundamental dan Hindari Risiko Tinggi di BEI
Danantara Menjamin Proses Akuisisi Berjalan dengan Prinsip Kehati-Hatian
Rosan menjelaskan bahwa negosiasi tidak boleh dilakukan secara terburu-buru dalam konteks proyek strategis.
Ia menegaskan perlunya verifikasi data menyeluruh terhadap seluruh aspek korporasi sebelum menandatangani transaksi.
Kajian menyangkut valuasi, risiko finansial, dan skenario pertumbuhan jangka panjang pabrik kimia Lotte.
Baca Juga: Penggeledahan di 8 Lokasi: Kejagung Dalami Dugaan Korupsi Pajak 2016–2020 yang Seret Dirut PT Djarum
Danantara memeriksa aspek keberlanjutan dan kontribusi industri petrokimia terhadap ekosistem investasi nasional.
Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan proyek selaras dengan strategi pertumbuhan portofolio nasional.
Artikel Terkait
Jabatan Gus Yahya Dicabut pada 26 November: Data Kunci Transisi Kepemimpinan PBNU
Syuriyah PBNU Putuskan Pemberhentian Gus Yahya pada 00.45 WIB: Ini Dampak Organisasi
ETF Hingga Indeks Baru: 6 Kriteria Saham Incaran Danantara Dorong Modernisasi BEI 2025
Alasan Jokowi Bantah Peresmian Bandara IMIP dan Beri Penegasan Bandara yang Ia Resmikan
Fakta Penting Klarifikasi Jokowi Mengenai Isu Peresmian Bandara Khusus IMIP di Morowali
Disambut Haru Warga, Prabowo Pastikan Distribusi Bantuan dan Pemulihan Listrik Dipercepat di Tapanuli
Prabowo Cek Tapanuli Tengah: Cuaca Mulai Membaik dan Proyeksi Terburuk Dinilai Sudah Terlewati
Prabowo Tegaskan Perubahan Iklim Nyata, Dorong Penguatan Fungsi Pemerintah Jaga Lingkungan
Data Penting Polemik Bandara IMIP: Dari Rapat Kabinet Hingga Statusnya Menjadi Internasional
20 Kg Emas Ilegal Per Hari dari Merangin: Ancaman TNKS dan Konflik Penegakan Hukum