ekonomi

Produksi 34,7 Juta Ton: Mengapa Beras Ilegal Tetap Masuk dan Mengancam Stabilitas Petani?

Rabu, 26 November 2025 | 14:00 WIB
Menteri Pertanian meninjau langsung komoditas ilegal yang disita dari kapal di Pelabuhan Tanjung Sengkuang. (Dok. Kementan)

Ia menambahkan bahwa demotivasi petani dapat memicu ketergantungan impor dan mengancam stabilitas pangan nasional yang saat ini berada dalam kondisi sangat baik.

Ketersediaan Stok Beras Nasional Berada pada Titik Paling Aman

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan bahwa produksi beras nasional berada di angka 34,7 juta ton dengan stok Bulog mencapai 3,8 juta ton sepanjang tahun 2025.

Baca Juga: Mahfud MD Paparkan 30 Tahun Kemerosotan Demokrasi Disertai Lonjakan Korupsi dari Miliar ke Triliunan

Data tersebut menunjukkan bahwa beras ilegal tidak diperlukan karena pasokan dalam negeri sangat mencukupi dan mendukung target tanpa impor beras pada 2025.

Ia menekankan bahwa Indonesia sedang menuju swasembada sehingga impor ilegal merupakan ancaman bagi kepercayaan publik dan kesejahteraan petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan aktivitas yang dapat melemahkan kedaulatan pangan nasional.

Baca Juga: Impor Baju Bekas Ilegal Tembus 1.800 Jalur Tikus, Ekonom Desak Regulasi Baru Pemerintah

Koordinasi Kuat Antarlembaga Untuk Menutup Jalur Masuk Komoditas Ilegal

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Pangdam Kepri, Kapolda Kepri, Gubernur Kepri, Wali Kota Batam, Dandim Batam, Bea Cukai, dan aparat penegak hukum atas langkah cepat mereka.

Ia menegaskan bahwa Batam sebagai kawasan perdagangan bebas tetap wajib mengikuti kebijakan pangan nasional karena beras adalah komoditas strategis negara.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat menggunakan kanal Lapor Pak Amran di nomor 0823-1110-9390 untuk mengawasi dan mencegah peredaran beras ilegal.****

Halaman:

Tags

Terkini