24JAMNEWS.COM - Bagaimana sebuah perjalanan malam yang seharusnya berjalan tenang justru berubah menjadi tragedi mematikan dalam hitungan detik.
Mengapa dugaan kelelahan sopir kembali menjadi sorotan utama keselamatan transportasi umum di Asia Tenggara?
Insiden bermula ketika sebuah bus yang melaju dari Siem Reap menuju Phnom Penh terjatuh dari jembatan dan masuk ke sungai sedalam lima meter pada Jumat dini hari di Provinsi Kampong Thom.
Baca Juga: 17 Tahun Pernikahan Berakhir, Sidang Mediasi Cerai Marissa Anita dan Andrew Trigg Dimulai Hari Ini
Juru bicara Kepolisian Distrik Sandan menyebut kepada kantor berita AFP bahwa seluruh 13 korban tewas ditemukan di dalam bus saat proses evakuasi berlangsung.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa investigasi awal mengarah pada dugaan sopir yang mengantuk karena perjalanan malam dari Siem Reap yang biasanya memakan waktu sekitar lima jam lebih.
Hingga laporan ini disusun, pihak kepolisian belum memastikan apakah sang sopir termasuk dalam daftar korban tewas atau korban selamat.
Baca Juga: Pertanyaan Publik Menggantung Usai Wafatnya Dirut Yusuf Saadudin Tanpa Penjelasan Kronologi Resmi
Kronologi Kecelakaan Menurut Investigasi Awal Aparat Setempat
Bus nahas tersebut dilaporkan kehilangan kendali sebelum melewati pembatas jembatan dan akhirnya jatuh ke aliran sungai di wilayah Kampong Thom.
Aparat setempat menyebut bahwa semua penumpang adalah warga negara Kamboja dan tidak ada laporan mengenai warga asing yang terlibat dalam kecelakaan ini.
Petugas penyelamat daerah kemudian dikerahkan untuk mengevakuasi penumpang dan memeriksa kemungkinan adanya korban tambahan.
Baca Juga: Angka dan Fakta: Alasan Gubernur Sherly Tjoanda Hati-Hati Bicara Sebagai Gubernur Maluku Utara
Polisi distrik menegaskan investigasi lanjutan masih berlangsung untuk memastikan faktor teknis maupun kondisi kendaraan sebelum kecelakaan.
Artikel Terkait
Dari Podcast ke Polemik: Ucapan Gubernur Sherly Tjoanda y ang Memicu Reaksi Soal Kondisi Morotai
Angka dan Fakta: Alasan Gubernur Sherly Tjoanda Hati-Hati Bicara Sebagai Gubernur Maluku Utara
Sidang Perdana Cerai Marissa Anita: Gugatan 12 November, Mediasi 30 Hari Jadi Penentu Lanjutan
17 Tahun Pernikahan Berakhir, Sidang Mediasi Cerai Marissa Anita dan Andrew Trigg Dimulai Hari Ini
Bank Indonesia Fokus Stabilitas Rupiah, Namun Ruang Penurunan Bank Indonesia Rate Ada
Dengan Akuisisi Emway, BABY Tambah Portofolio 10+ Merek Mainan Global, Perluas Ekosistem Omnichannel
Bitcoin Turun ke Level Terendah 7 Bulan, Arus Keluar ETF 800 Juta Dolar ASPer Hari Dorong Tekanan Jual
Dua Korporasi Bersengketa: JATAM Ungkap Data Baru Kekacauan Tata Kelola Tambang di Halmahera Timur
3,14 Juta Lembar Saham TRIM Diborong Boy Thohir, Sentimen Positif Pasar Jadi Alasan
Pertanyaan Publik Menggantung Usai Wafatnya Dirut Yusuf Saadudin Tanpa Penjelasan Kronologi Resmi