NEWS SUMMARY:
- Presiden Donald Trump menandatangani memorandum penarikan Amerika Serikat dari 66 organisasi dunia yang dinilai tak sejalan dengan kepentingan nasional.
- Gedung Putih menyebut banyak organisasi internasional tidak lagi efektif, boros anggaran, dan merugikan posisi strategis Amerika Serikat.
- Pemerintah AS merinci daftar organisasi global yang akan ditinggalkan sebagai bagian dari penataan ulang kebijakan luar negeri.
24JAMNEWS.COM - Apakah keanggotaan dalam puluhan organisasi dunia benar-benar masih menguntungkan Amerika Serikat, atau justru membebani anggaran dan kedaulatan nasionalnya?
Pertanyaan inilah yang mendasari keputusan Presiden Donald Trump saat menandatangani memorandum penarikan AS dari sejumlah organisasi internasional.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani memorandum kebijakan yang mengarahkan penarikan AS dari puluhan organisasi internasional.
Baca Juga: Ridwan Kamil dan Isu Hak Asuh Anak: 5 Prinsip yang Dinilai Melindungi Kepentingan Anak
Setelah pemerintah menilai keanggotaan tersebut tidak lagi melayani kepentingan nasional Amerika.
Evaluasi Ulang Peran Amerika dalam Organisasi Internasional
Kebijakan tersebut diumumkan Gedung Putih sebagai bagian dari strategi “America First” yang menekankan efisiensi anggaran, kedaulatan nasional, dan kepentingan domestik Amerika Serikat.
Presiden Donald Trump menyatakan banyak organisasi internasional tidak lagi efektif dan gagal memberi manfaat sebanding dengan kontribusi finansial yang dikeluarkan AS.
Baca Juga: 3 Fakta Utama Kasus dr. Richard Lee dan Dokter Detektif yang Menyita Perhatian Publik
“Amerika Serikat tidak akan terus membiayai lembaga yang tidak adil, tidak efisien, dan tidak sejalan dengan kepentingan rakyat kami,” kata Trump dalam pernyataan resmi Gedung Putih.
Puluhan Organisasi Dunia Masuk Daftar Penarikan Keanggotaan
Sejumlah laporan media internasional menyebut AS telah menarik diri atau menghentikan partisipasi aktif dari lebih 60 organisasi dan forum global selama masa kepemimpinan Trump.
Organisasi tersebut mencakup badan PBB, perjanjian multilateral, serta forum kerja sama internasional di bidang lingkungan, pendidikan, dan kesehatan.
Baca Juga: Sambutan Dirut PIS Dipertanyakan, CBA Ungkap 123 Kapal Sewa Berusia Lebih 20 Tahun
Menurut data Congressional Research Service, kontribusi AS ke organisasi internasional mencapai lebih dari Dolar AS 10 miliar per tahun sebelum kebijakan evaluasi diberlakukan.
Artikel Terkait
Stabilkan Beras 2026, Bapanas Andalkan CBP 3,248 Juta Ton dan Penyerapan Panen Raya
Kapal Sewa Usia Tua di PIS Jadi Sorotan, CBA Catat Beban Finansial Dolar AS 32,70 Juta
Fakta Kapal Sewa PIS: Dominasi Kapal Tua, Breakdown Panjang, dan Beban Finansial Meningkat
Kejati Kalbar Dalami Perkara Bauksit, Penggeledahan KSOP Ketapang Capai 3,5 Jam
Dokumen Ekspor Bauksit Diamankan, Kejati Kalbar Lanjutkan Penggeledahan KSOP Ketapang
PEPS Soroti Kasus Kerry Adrianto Riza: Tuduhan Klausul Aset Dinilai Tidak Pernah Ada
8 Bulan Penahanan, Dakwaan Bergeser: Apa Yang Terjadi dalam Kasus Kerry Adrianto Riza
AS Kembali Lirik Greenland: 3 Faktor Geopolitik Arktik yang Membuat Pulau Es Ini Jadi Rebutan
Kasus Skincare Nasional: dr. Richard Lee Tersangka dan Dugaan Overclaim Terhadap 3 Produk
Ridwan Kamil Tegaskan 5 Nilai Utama dalam Sengketa Harta Gono-Gini dan Hak Asuh Anak