• Sabtu, 18 April 2026

Kapal Sewa Usia Tua di PIS Jadi Sorotan, CBA Catat Beban Finansial Dolar AS 32,70 Juta

Photo Author
Tim 24 Jam News, 24jamnews.com
- Rabu, 7 Januari 2026 | 11:25 WIB
Armada kapal sewa PIS disorot CBA setelah data menunjukkan 42 persen kapal berusia lebih dari 20 tahun, memicu pertanyaan soal keselamatan dan efisiensi operasional.   (Dok. pertamina-pis.com)
Armada kapal sewa PIS disorot CBA setelah data menunjukkan 42 persen kapal berusia lebih dari 20 tahun, memicu pertanyaan soal keselamatan dan efisiensi operasional. (Dok. pertamina-pis.com)

NEWS SUMMARY:

  • CBA mengkritik sambutan Plt Dirut PIS yang menekankan keselamatan, dinilai tak sejalan dengan fakta dominasi kapal sewa tua
  • Dari 292 kapal PIS, 123 kapal sewa berusia di atas 20 tahun, melampaui ketentuan usia kapal SKK Migas
  • Kinerja kapal sewa rendah, memicu inefisiensi biaya dan potensi kerugian finansial signifikan

24JAMNEWS.COM - Apakah strategi penyewaan kapal yang didominasi armada tua masih relevan bagi korporasi pelayaran energi.

Ketika data menunjukkan lonjakan biaya, kerusakan berkepanjangan, dan potensi pendapatan yang justru hilang?

Di tengah tuntutan efisiensi dan keselamatan pelayaran, bagaimana publik harus membaca data kerugian puluhan juta Dolar AS akibat kapal sewa berusia tua yang terus dipertahankan dalam armada?

Baca Juga: CBA Soroti Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Indonesia Rp5,5 Triliun yang Dinilai Minim Transparansi

Beban Keuangan dari Kapal Sewa Berusia Tua

Center for Budget Analysis (CBA) menilai pengelolaan kapal sewa korporasi Pertamina International Shipping (PIS) berkontribusi signifikan terhadap meningkatnya beban keuangan.

Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi, menyebut usia kapal sewa yang tinggi meningkatkan risiko kerusakan dan biaya operasional.

Dari 292 kapal yang dikelola, sebanyak 123 kapal sewa berusia di atas 20 tahun.

Baca Juga: Lonjakan 126% Kekayaan Low Tuck Kwong, Raja Batu Bara Kini Pegang Aset Dolar AS 27,4 Miliar

Kegagalan Target Muatan dan Efisiensi

Uchok Sky Khadafi mengungkapkan setidaknya 26 kapal sewa tidak mampu mencapai target effective load factor yang telah ditetapkan.

Kegagalan ini menyebabkan realisasi biaya angkut melampaui pendapatan yang diperoleh dari operasional kapal.

Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan rendahnya efisiensi dalam pengelolaan armada sewa.

Baca Juga: MEJA Bidik Pendapatan Baru dari Tambang Batubara 11.640 Hektare di Provinsi Sumatera Selatan

Breakdown Panjang dan Biaya Pengganti

Selain kinerja muatan, delapan kapal sewa tercatat mengalami unscheduled breakdown lebih dari 36 hari per tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X