- Press release berperan vital mengendalikan narasi krisis, menekan rumor, dan menjaga reputasi korporasi.
- Budipur Karjodihardjo menekankan pentingnya kecepatan, akurasi, dan transparansi dalam komunikasi krisis.
- PRC Indonesia menyebut konsistensi pesan dan empati publik kunci keberhasilan manajemen krisis.
24JAMNEWS.COM - Bagaimana organisasi dapat menghindari ‘kamuflase’ informasi ketika krisis memuncak dan justru terperosok lebih dalam?
Dalam pusaran krisis reputasi yang bisa mengancam eksistensi korporasi, komunikasi yang cepat, jelas, dan terstruktur bukan lagi pilihan — melainkan kebutuhan.
Budipur Karjodihardjo, Pendiri Press Release Center (PRC) menyoroti, press release (siaran pers) dalam situasi krisis.
Baca Juga: Menuju 2026: OJK Targetkan Peningkatan Kepercayaan 30 Persen dan Stabilitas Pasar Modal Nasional
Menurutnya, siaran berfungsi sebagai jembatan strategis antara korporasi dengan publik, media, dan pemangku kepentingan lainnya.
Alat Pengendali Narasi Di Saat Krisis Mendadak
Di awal insiden, publik dan media akan bergerak cepat mencari jawaban; jika korporasi belum memberikan posisi resmi, spekulasi dan rumor akan mengisi kekosongan.
Budipur yang juga pengelola Pusatsiaranpers.com menegaskan: “siaran pers adalah langkah proaktif pertama untuk mengendalikan narasi.”
Baca Juga: 16 Calon Anggota DEN 2026–2030 Diserahkan Presiden Prabowo, DPR Siapkan Uji Kelayakan
Siaran pers yang dirilis cepat namun akurat membantu korporasi mengumumkan posisi resmi, membatasi spekulasi, dan menetapkan kerangka waktu bahwa organisasi telah dan akan bertindak.
Transparansi dan Akuntabilitas untuk Memulihkan Kepercayaan Publik
Krisis merusak kepercayaan publik secara signifikan. Budipur menyatakan, “Kejujuran adalah mata uang terpenting dalam krisis.”
Rilis pers yang efektif tidak hanya menjelaskan fakta, tetapi juga menunjukkan empati serta tanggung jawab.
Baca Juga: 119 Korban Jiwa, Desa Hilang: Fakta Lengkap Banjir Bandang Jember Tahun 2006
Dengan pengakuan dini atas insiden, ungkapan simpati kepada pihak terdampak, dan paparan rencana tindak lanjut (‘action plan’) yang jelas.
Komunikasi Multitarget Agar Semua Pemangku Kepentingan Tersentuh
Meskipun disebut “siaran pers”, fungsinya jauh melampaui sekadar media massa: rilis harus dirancang agar pesan tersampaikan kepada investor, regulator, karyawan, dan publik umum secara simultan.
Artikel Terkait
BPS: Sebanyak 7,46 Juta Pengangguran di Agustus 2025, Turun 4.092 Orang dari Tahun Lalu
50,5 Persen Suara untuk Zohran Mamdani: Balasan Politik untuk Presiden Donald Trump
Sebanyak 2.766 Gempa Letusan Tercatat PVMBG, Gunung Semeru Masih Berstatus Waspada
Menelusuri Kampung Cipangisikan, Desa di Rancabali, Jabar dengan Suhu Ekstrem
Mengapa Kampung Kuta Ciamis Disebut Lembah Seribu Pantangan? Ini Alasannya
Kapolri Pastikan Sebanyak 87 Kontainer Fatty Matter Berisi Turunan CPO Terselubung
Jokowi: Semua Pemimpin Punya Jasa, Soeharto dan Gus Dur Masuk 40 Usulan Pahlawan Nasional
119 Korban Jiwa, Desa Hilang: Fakta Lengkap Banjir Bandang Jember Tahun 2006
16 Calon Anggota DEN 2026–2030 Diserahkan Presiden Prabowo, DPR Siapkan Uji Kelayakan
Menuju 2026: OJK Targetkan Peningkatan Kepercayaan 30 Persen dan Stabilitas Pasar Modal Nasional