NEWS SUMMARY:
- Penelitian terbaru buktikan kebahagiaan bukan hasil, tapi sumber kesuksesan.
- Pekerja bahagia lebih produktif, tahan stres, dan berorientasi solusi.
- Korporasi global mulai jadikan kebahagiaan sebagai strategi bisnis utama.
24JAMNEWS.COM - “Pernahkah Anda mempertanyakan — apakah kebahagiaan itu sekadar hadiah setelah sukses, atau justru fondasi utama untuk berhasil?”
Selama ini banyak orang percaya bahwa urutannya ialah kerja keras → sukses → bahagia.
Namun penelitian dalam psikologi positif menunjukkan bahwa urutan yang lebih tepat adalah: kebahagiaan mendorong sukses.
Baca Juga: Kuasa Hukum Ungkap Grup WA Nadiem Makarim Dibentuk Sebelum Jadi Menteri, Berikut Ini Isinya
Sebagai contoh, peneliti Shawn Achor dari Harvard University menyebut bahwa kondisi pikiran positif—atau kebahagiaan—menjadi “advantages” dalam otak yang memicu kreativitas, pembelajaran, dan pemecahan masalah.
Pengaruh ini didukung dengan riset yang menyatakan bahwa ketika seseorang bahagia, otaknya menghasilkan hormon seperti dopamin dan serotonin yang meningkatkan fungsi kognitif, energi, dan ketahanan terhadap kegagalan.
Kebahagiaan Mendorong Produktivitas dan Kinerja
Dalam konteks korporasi dan organisasi, kebahagiaan terbukti berkorelasi dengan produktivitas yang lebih tinggi.
Baca Juga: 40 Tokoh Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mahfud MD Nilai Soeharto Penuhi Syarat
Riset yang dilakukan Saïd Business School (Universitas Oxford) bersama perusahaan BT Group di Inggris menunjukkan hasil risetnya.
Bahwa pekerja yang melaporkan tingkat kebahagiaan tinggi memiliki produktivitas hingga 13 % lebih besar dibandingkan mereka yang merasa tidak bahagia.
Lebih luas lagi, analisis meta menunjukkan bahwa 33 studi lintas 27 negara menemukan hubungan positif antara kebahagiaan dan produktivitas kerja.
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa 70 Persen Press Release Korporasi Gagal Tembus Media Online
Dengan demikian, kebahagiaan bukan sekadar “nice to have”, melainkan salah satu prasyarat kinerja unggul.
Artikel Terkait
Laba BTN Tumbuh Sebesar 10,57 Persen, Ekuitas Naik hingga Sentuh Rp34,68 Triliun
Biaya Membengkak Rp19,9 Triliun, Proyek Kereta Cepat Whoosh Siap Restrukturisasi Utang
100 Persen Tarif Baru Amerika Serikat Terancam Batal, Negosiasi dengan Tiongkok Terus Berlanjut
Dugaan Air Tanah Dalam Produk Aqua: Koalisi Kebenaran Desak Pemerintah Bertindak Cepat
Dari Akuifer Hingga Mata Air, Mengurai Asal Usul Air Minum yang Ada dalam Kemasan
3 Fakta Baru Grup WhatsApp Nadiem Makarim yang Tidak Bahas Terkait Proyek Chromebook
Kuasa Hukum Ungkap Grup WA Nadiem Makarim Dibentuk Sebelum Jadi Menteri, Berikut Ini Isinya
5 Alasan Mengapa 70 Persen Press Release Korporasi Gagal Tembus Media Online
40 Tokoh Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mahfud MD Nilai Soeharto Penuhi Syarat
Hasil Riset Harvard: Kebahagiaan Naikkan Produktivitas Kerja Hingga Sebesar 13 Persen