NEWS SUMMARY:
- ISAT catat penurunan laba bersih dan pendapatan hingga kuartal III 2025.
- Efisiensi operasional menahan tekanan di tengah ketatnya persaingan pasar.
- Posisi ekuitas meningkat, menandakan keuangan korporasi tetap solid.
24JAMNEWS.COM - Apakah penurunan laba bersih menandakan babak baru bagi Indosat Ooredoo Hutchison di tengah ketatnya persaingan industri telekomunikasi nasional yang kian menekan margin profitabilitas korporasi?
PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) mencatat penurunan laba bersih sebesar 7,49 persen menjadi Rp3,58 triliun hingga akhir kuartal III 2025, dibandingkan Rp3,87 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Total laba periode berjalan ISAT tercatat Rp3,84 triliun, menurun dari Rp4,15 triliun pada sembilan bulan pertama 2024.
Baca Juga: Kasus Penembakan Pengacara Tanah Abang, Polisi Dalami Masalah Motif Sengketa Lahan
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang dipublikasikan melalui laman resmi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 29 Oktober 2025
Pendapatan korporasi telekomunikasi tersebut mencapai Rp41,16 triliun hingga akhir September 2025, melemah 1,55 persen dibandingkan Rp41,81 triliun pada periode sama tahun lalu.
Laba Sebelum Pajak dan Efisiensi Operasional Menjadi Sorotan
Indosat melaporkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp4,74 triliun hingga September 2025, turun dari Rp5,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Bursa Efek Indonesia Targetkan Penguatan Pasar Modal Nasional Lewat Rencana Kerja 2026
Meski begitu, beban usaha korporasi relatif stabil, hanya turun tipis dari Rp33,34 triliun pada sembilan bulan pertama 2024 menjadi Rp33,31 triliun pada tahun berjalan.
Stabilitas beban operasional ini menunjukkan adanya upaya efisiensi di tengah tekanan pendapatan dan kompetisi ketat di sektor telekomunikasi nasional.
Ekuitas Menguat di Tengah Pelemahan Profitabilitas Korporasi
Di sisi neraca keuangan, total aset ISAT per 30 September 2025 tercatat sebesar Rp113,72 triliun, sedikit menurun dari Rp114,38 triliun pada akhir Desember 2024.
Baca Juga: 80.000 Fresh Graduate Siap Direkrut Lewat Program Magang Pemerintah 2025
Namun, total liabilitas turut menyusut dari Rp77,73 triliun menjadi Rp76,15 triliun pada periode yang sama.
Menariknya, ekuitas korporasi justru meningkat 2,5 persen menjadi Rp37,57 triliun, dari Rp36,65 triliun pada akhir tahun lalu.
Artikel Terkait
BKSDA NTB Pastikan Tambang Ilegal Gunung Prabu Berhenti Total Sejak 2018
Kasus Penembakan Pengacara Tanah Abang, Polisi Dalami Masalah Motif Sengketa Lahan
Gubernur Dedi Mulyadi Sidak Pabrik AMDK Asing, Ungkap Ironi Warga Subang Kekeringan Air
Jejak Ideologi Prabowo Subianto dan 4 Figur Pewarisnya di Panggung Politik Nasional
80.000 Fresh Graduate Siap Direkrut Lewat Program Magang Pemerintah 2025
Bursa Efek Indonesia Targetkan Penguatan Pasar Modal Nasional Lewat Rencana Kerja 2026
Kinerja 2025 Melesat, Bursa Efek Indonesia Siapkan Strategi Lanjutkan Pertumbuhan 2026
24JNN Luncurkan Portal Berita Jakarta 24 Jam, Media Digital Baru untuk Warga Ibu Kota
Cinema XXI Catat Laba Rp444,9 Miliar dan Siap Bagikan Dividen Rp5 per Saham
Laba Bersih Indosat Turun 7,49 Persen di Kuartal III 2025, Ekuitas Justru Meningkat