• Sabtu, 18 April 2026

Pendapatan Indosat Melemah 1,55 Persen, Laba Bersih Terkoreksi Jadi Rp3,58 Triliun

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 19:00 WIB
Gedung kantor pusat Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta, simbol transformasi digital korporasi. () (Dok. ioh.co.id)
Gedung kantor pusat Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta, simbol transformasi digital korporasi. () (Dok. ioh.co.id)

NEWS SUMMARY:

  • ISAT catat penurunan laba bersih dan pendapatan hingga kuartal III 2025.
  • Efisiensi operasional menahan tekanan di tengah ketatnya persaingan pasar.
  • Posisi ekuitas meningkat, menandakan keuangan korporasi tetap solid.

24JAMNEWS.COM - Apakah penurunan laba bersih menandakan babak baru bagi Indosat Ooredoo Hutchison di tengah ketatnya persaingan industri telekomunikasi nasional yang kian menekan margin profitabilitas korporasi?

PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) mencatat penurunan laba bersih sebesar 7,49 persen menjadi Rp3,58 triliun hingga akhir kuartal III 2025, dibandingkan Rp3,87 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Total laba periode berjalan ISAT tercatat Rp3,84 triliun, menurun dari Rp4,15 triliun pada sembilan bulan pertama 2024.

Baca Juga: Kasus Penembakan Pengacara Tanah Abang, Polisi Dalami Masalah Motif Sengketa Lahan

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang dipublikasikan melalui laman resmi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 29 Oktober 2025

Pendapatan korporasi telekomunikasi tersebut mencapai Rp41,16 triliun hingga akhir September 2025, melemah 1,55 persen dibandingkan Rp41,81 triliun pada periode sama tahun lalu.

Laba Sebelum Pajak dan Efisiensi Operasional Menjadi Sorotan

Indosat melaporkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp4,74 triliun hingga September 2025, turun dari Rp5,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Bursa Efek Indonesia Targetkan Penguatan Pasar Modal Nasional Lewat Rencana Kerja 2026

Meski begitu, beban usaha korporasi relatif stabil, hanya turun tipis dari Rp33,34 triliun pada sembilan bulan pertama 2024 menjadi Rp33,31 triliun pada tahun berjalan.

Stabilitas beban operasional ini menunjukkan adanya upaya efisiensi di tengah tekanan pendapatan dan kompetisi ketat di sektor telekomunikasi nasional.

Ekuitas Menguat di Tengah Pelemahan Profitabilitas Korporasi

Di sisi neraca keuangan, total aset ISAT per 30 September 2025 tercatat sebesar Rp113,72 triliun, sedikit menurun dari Rp114,38 triliun pada akhir Desember 2024.

Baca Juga: 80.000 Fresh Graduate Siap Direkrut Lewat Program Magang Pemerintah 2025

Namun, total liabilitas turut menyusut dari Rp77,73 triliun menjadi Rp76,15 triliun pada periode yang sama.

Menariknya, ekuitas korporasi justru meningkat 2,5 persen menjadi Rp37,57 triliun, dari Rp36,65 triliun pada akhir tahun lalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X