- Konflik agraria di Tanah Abang berujung penembakan pengacara, gegerkan warga.
- Polisi telusuri asal senjata dan dalami motif sengketa kepemilikan tanah.
- Ahli hukum minta pemerintah perkuat mediasi untuk cegah kekerasan serupa.
24JAMNEWS.COM - Siapa sangka sengketa lahan yang selama ini dianggap biasa, tiba-tiba berubah menjadi tragedi berdarah yang menggemparkan Tanah Abang?
Mengapa seorang pengacara bisa menjadi korban penembakan saat menjalankan tugas hukumnya?
Seorang pengacara berinisial WA menjadi korban penembakan dan pengeroyokan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Selasa, 28 Oktober 2025.
Baca Juga: UGM dan Unpad Pastikan Sumber Air Tak Ganggu Air Milik Warga, Begini Penjelasan Pihak AQUÀ
Peristiwa terjadi di sebuah lahan kosong yang tengah disengketakan antara dua kelompok masyarakat yang mengklaim kepemilikan sah atas tanah tersebut.
Korban mengalami luka tembak di bagian punggung dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani operasi. Kondisinya kini dilaporkan stabil setelah menjalani perawatan intensif.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro memastikan kasus ini sedang diselidiki secara menyeluruh untuk mengungkap motif serta pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Baca Juga: Dampak Ekonomi Penundaan Tarif Amerika Serikat: Ekspor Meksiko Tetap Naik 8 Persen di 2025
Tiga Puluh Tiga Orang Diamankan dalam Bentrokan Berdarah
Kepolisian Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan 33 orang yang diduga terlibat dalam bentrokan.
Termasuk pelaku penembakan dan beberapa orang yang membawa senjata tajam.
Dari lokasi kejadian, polisi menyita belasan senjata tajam, satu senapan angin, serta alat pemukul yang digunakan dalam bentrokan.
Baca Juga: Indeks Kepercayaan Konsumen Naik, Syahganda Nainggolan Sebut Ekonomi Mulai Pulih
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menyebut, hingga kini 40 saksi telah diperiksa untuk memastikan kronologi lengkap peristiwa dan mengungkap siapa yang memicu keributan.
Artikel Terkait
Presiden Donald Trump Beri Penangguhan Tarif Ekspor Meksiko, Pasar Regional Amerika Lega
Perdagangan Amerika Serikat dan Meksiko Stabil, Trump Tunda Kenaikan Tarif hingga Akhir Tahun
Kementerian LHK Ungkap Fakta bahwa Mayoritas Air Kemasan Tak Bersumber dari Pegunungan
Langkah Strategis DRMA Akuisisi PT Mah Sing Indonesia, Nilai Transaksi <20 Persen
Syahganda Nainggolan Nilai Stimulus dan BLT Mampu Dorong Perputaran Ekonomi Nasional
Rukun Raharja Siapkan 9 Proyek Migas dan LNG, Incar Tambahan EBITDA USD100 Juta
Strategi PR Modern: Teks Tetap Kuat, Tapi Foto dan Video Lebih Mengambil Alih Perhatian
Fakta Proyek Lift Setinggi 182 Meter di Pantai Kelingking yang Ramai Diperdebatkan
Proyeksi Konsumsi 5,5 Persen dan Dampak Suntikan Dana Rp200 Triliun di Akhir Tahun
Geger Penembakan Pengacara WA di Tanah Abang, Polisi Periksa Sebanyak 40 Orang Saksi