• Sabtu, 18 April 2026

BPS: Inflasi November 2,72 Persen yoy, Penurunan Harga Beras Redam Tekanan Harga Jelang Akhir Tahun

Photo Author
Budi Purnomo, 24jamnews.com
- Senin, 1 Desember 2025 | 13:59 WIB
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Pudji Ismartini. (x.com@ bps_statistics)
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Pudji Ismartini. (x.com@ bps_statistics)

24JAMNEWS.COM -  Inflasi pada November 2025 tercatat berada di level yang relatif stabil. BPS mencatat inflasi bulanan sebesar 0,17 persen, sementara inflasi tahunan mencapai 2,72 persen, dan inflasi tahun kalender tercatat 2,27 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga di berbagai kelompok barang dan jasa masih dalam batas aman menjelang akhir tahun.

”Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi sebesar 1,21 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,09 persen. Komoditas yang dominan mendorong inflasi kelompok ini adalah emas perhiasan yang memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Pudji Ismartini pada konferensi pers di Jakarta (1/12).

Baca Juga: Program Energi Bersih 1 Desa 1 MW Dikebut, Pemerintah Perkuat Operasi Gabungan Tutup Tambang Ilegal

Kenaikan harga emas dipengaruhi pergerakan harga global yang cenderung naik sepanjang tahun, yang kemudian tercermin pada harga emas perhiasan di dalam negeri.

Di sisi lain, sejumlah komoditas pangan justru mengalami penurunan harga dan menahan laju inflasi. Daging ayam ras, beras, dan cabai merah mencatat deflasi. Beberapa komoditas lain seperti telur ayam, dan kentang juga mengalami penurunan harga meski kontribusinya kecil.

Jika dilihat berdasarkan komponennya, inflasi inti menjadi penyumbang terbesar. Komponen harga yang diatur pemerintah juga mencatat kenaikan, terutama tarif angkutan udara.

Baca Juga: Laporan Audit Internal PBNU Soroti Transaksi Rp100 M dan Pengelolaan Dana, Pengaruhi Langkah Organisasi

Menurut wilayah, secara bulanan tercatat 28 provinsi mengalami inflasi, dan 10 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua, yaitu sebesar 1,69 persen. Sedangkan deflasi terdalam terjadi di Aceh, yaitu sebesar 0,67 persen.

Selain itu, BPS juga mencatat terjadinya penurunan rata-rata harga beras baik di tingkat penggilingan, grosir maupun eceran, masing-masing 0,88 persen, 0,93 persen dan 0,59 persen  (m-to-m). Kondisi ini sama dengan kondisi dua bulan sebelumnya, terjadi penurunan harga di setiap rantai pasok.****

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X