NEWS SUMMARY:
- Cek Imin meminta publik menahan diri dan menunggu mekanisme internal PBNU terkait desakan mundur terhadap Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU.
- Polemik dipicu beredarnya risalah Syuriyah PBNU yang disebut meminta Gus Yahya mundur dalam tiga hari atas sejumlah dugaan pelanggaran.
- Gus Yahya menegaskan tidak akan mundur karena mandat muktamar dan menyebut risalah tidak memiliki dasar kewenangan yang sah.
INDONESIA24JAM.COM - Apakah NU bisa tenang di tengah gelombang polemik internal ini?
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menanggapi desakan agar Gus Yahya, mundur dari Ketua Umum PBNU.
Ia meminta seluruh pihak untuk menahan diri dan memberi ruang bagi proses internal di tubuh PBNU.
Baca Juga: Tumbler Hilang di KRL: Fakta Penting yang Memicu Polemik dan Sorotan Publik terhadap Etika Komuter
Usai beredarnya desakan agar Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, mundur.
Cak Imin menyampaikan sikap itu saat menghadiri pelantikan organisasi sayap PKB, di Bojongsari, Depok pada Sabtu (22/11/2025).
Dia menegaskan pentingnya menghormati mekanisme organisasi PBNU, tanpa buru-buru mengambil kesimpulan.
Baca Juga: Rekor IHSG 8.602 Dicapai dalam Sehari: Mengapa Purbaya Yakin Pasar Menuju Tren 9.000?
“Kita tunggu saja, kita tunggu saja, biarkan proses internal mereka berlangsung,” ujarnya.
Pria yang juga menjabat Menko PM itu berharap keputusan final nanti menjadi yang terbaik untuk keberlanjutan dan keharmonisan organisasi NU secara keseluruhan.
“Semoga akan ada keputusan yang terbaik untuk NU,” tambah Cak Imin.
Baca Juga: Audit PBNU 2022 Ungkap Rp100 M Dana Masuk, Syuriyah Akui Jadi Pertimbangan Pemecatan Gus Yahya
Polemik PBNU dan Isu Mundur
Desakan mundur terhadap Gus Yahya berasal dari risalah Syuriyah PBNU tertanggal 20 November 2025 yang beredar luas.
Artikel Terkait
Menghadapi Lonjakan Impor: Pemerintah Siapkan Paket Kebijakan untuk 3 Industri Utama
Pembagian Beban Utang Whoosh: Infrastruktur Ditangani Negara, Rolling Stock Dikelola Danantara
Kawasan IMIP dan Fakta Bandara Tanpa Aparat Negara: Poin-poin Evaluasi yang Disiapkan Pemerintah
Anomali Bandara Industri: Menhan Sjafrie Temukan 3 Fungsi Negara Tidak Hadir di IMIP
Bagaimana 4 Pilar Ketahanan Ekonomi 2025 Diproyeksikan Tingkatkan Daya Saing Indonesia?
4 Rekomendasi Utama Kompas100 CEO Forum untuk Hilirisasi, Digitalisasi, dan Swasembada Energi
Data IHSG Tembus 8.602: Optimisme Menguat dan Pemerintah Siap Tindak Saham Gorengan
Audit PBNU Ungkap Aliran Dana Korporasi Rp100 M, Syuriyah: Jadi Pertimbangan Terkait Gus Yahya
Angka Penerimaan Pajak Turun, Komisi XI Soroti Kinerja Fiskal dan Respons Purbaya Soal Pajak DPR
Data Temuan dari Kasus Tumbler KRL: Mengapa Insiden Kecil Ini Membesar di Ranah Digital