NEWS SUMMARY:
- Kasus kematian mahasiswa UNUD, Timothy Anugerah, masih diselidiki polisi.
- Ibu korban memilih ikhlas, sementara publik desak sanksi bagi mahasiswa.
- Kampus bentuk tim investigasi sesuai Permendikbudristek 55/2024.
24JAMNEWS.COM - Apa yang sebenarnya terjadi di lantai empat kampus Universitas Udayana sebelum Timothy Anugerah ditemukan tak bernyawa?
Mengapa sosok yang dikenal cerdas dan disegani itu bisa jatuh dari gedung kampusnya sendiri?
Kasus kematian mahasiswa Universitas Udayana (UNUD), Timothy Anugerah Saputra (22), masih menjadi sorotan publik.
Baca Juga: Skandal Solar Murah BUMN: Korporasi Besar Keruk Untung, Negara Menanggung Kerugian
Setelah dia ditemukan tewas akibat jatuh dari lantai empat gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Polsek Denpasar Barat menyebut telah memeriksa 19 saksi yang memberikan keterangan terkait insiden tragis tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menilai kemungkinan kecil Timothy menjadi korban perundungan di lingkungan kampus.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Prediksi Pemulihan Ekonomi RI Akhir 2025, Tantangan Pengangguran Muda Tinggi
Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan, menjelaskan bahwa sebagian besar saksi menggambarkan almarhum sebagai pribadi pintar, kritis, dan disegani rekan-rekannya.
"Dari 19 saksi yang kami mintai keterangan, mereka menyampaikan korban ini orangnya pintar dan berbicara berbobot, sehingga kecil kemungkinan ia menjadi korban bullying,” ujar Laksmi kepada awak media, Senin (20/10/2025).
Tiga Saksi Melihat Korban Duduk Sebelum Jatuh dari Lantai Empat
Polisi juga mengungkap fakta baru dari keterangan tiga saksi mata yang melihat Timothy duduk seorang diri di lantai empat beberapa menit sebelum kejadian.
Baca Juga: Gangguan AWS 20 Oktober 2025 Lumpuhkan 100+ Situs Global Termasuk Amazon dan Disney+
Ketiganya menyebut korban tampak termenung di dekat tempat tas dan sepatu yang kemudian ditemukan setelah peristiwa tragis itu.