Sekitar 10 hingga 15 menit kemudian, korban sudah tidak terlihat di lokasi.
"Ada tiga saksi melihat korban duduk di sana. Setelah itu, hanya sepatunya yang tertinggal,” kata Laksmi.
Baca Juga: Beban Lahan dan Bunga Tinggi: Proyek Kereta Cepat Whoosh Whoosh Masih Sulit Untung
Polisi memastikan tidak ada saksi yang melihat langsung momen korban jatuh.
Sementara rekaman CCTV di lokasi kejadian rusak sejak 2023, sehingga penyelidikan bergantung pada keterangan saksi.
Ibu Korban Memilih Ikhlas dan Minta Kasus Tidak Diperpanjang
Dalam proses penyelidikan, ibu korban yang selama lima bulan terakhir tinggal bersama Timothy, menyatakan ikhlas dan meminta kasus tidak diperpanjang demi menghormati duka keluarga.
Baca Juga: Utang Indonesia Capai Rp 9.138 Triliun, Menkeu Purbaya: Rasio Masih Aman 39,8 Persen PDB
"Ibu korban menyatakan menerima dengan ikhlas kematian anaknya dan berharap ini tidak dibesar-besarkan lagi,” ujar Laksmi.
Meski demikian, polisi tetap melanjutkan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada unsur tindak pidana lain yang terlibat.
Desakan Sanksi DO dan Penegasan Menteri Pendidikan Tinggi
Di sisi lain, publik menyoroti enam mahasiswa UNUD yang diduga membuat percakapan tidak empatik usai kematian Timothy.
Baca Juga: Mahfud MD Tegaskan Dugaan Mark Up Kereta Whoosh Berasal Dari Tayangan TV
Desakan agar mereka dijatuhi sanksi drop out (DO) ramai di media sosial.
Menanggapi hal itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan sanksi akan diberikan bila terbukti terjadi pelanggaran.
"Intinya kalau ada pelanggaran, pasti ada sanksinya. Kampus akan menentukan sesuai ketentuan,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).
Baca Juga: Indonesia Political Review: 3 Menteri Kabinet Merah Putih Raih Kepuasan Publik yang Tinggi
Artikel Terkait
150 Menit Olahraga Per Minggu Terbukti Perkuat Jantung Menurut Data AHA
Tiga Eks Pejabat Pertamina Patra Niaga Didakwa Rugikan Negara Rp9,41 Triliun
Rp113 Triliun Proyek Kereta Whoosh Dipersoalkan, Mahfud MD Persilakan KPK Panggil Dirinya
Purbaya, Teddy, dan Tito Masuk 3 Menteri Berkinerja Terbaik Tahun Ini Versi Lembaga Survei IPR
Dari Jepang ke Tiongkok, Skema B2B Proyek Kereta Cepat Whoosh Dinilai Berisiko
Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,5 Persen 2025, Apakah Lapangan Kerja Ikut Pulih?
Penjualan Solar Murah Pertamina Rugikan Negara Triliunan, Siapa yang Diuntungkan?
Tiga Eks Pejabat Pertamina Patra Niaga Didakwa Rugikan Negara Sebesar Rp9,41 Triliun
3 Fakta Baru Kasus Kematian Mahasiswa UNUD, Polisi Dalami Dugaan Perundungan
Setahun MBG: Presiden Prabowo Klaim 1,4 Miliar Porsi Dibagikan, 99,9 Persen Sukses